Pembangunan Puspemkab Serang Dinilai Perlu Jadi Proyek Multiyears

SERANG, (KB).- Pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang dinilai perlu menjadi proyek tahun jamak atau multiyears.

Sebab menurut pihak Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang sampai saat ini pengadaan lahan untuk pembangunan fisik belum tuntas, sehingga pembangunan terancam terlambat jika harus di buat tahun tunggal.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Suherlan mengatakan, pembangunan Puspemkab masih menunggu kesiapan lahan.

Setelah lahan tuntas, kemungkinan akan mencoba melakukan beberapa opsi agar penanganan pembangunan puspemkab bisa menjadi konsentrasi kedepan.

Bisa jadi kata dia, pembangunan Puspemkab dilakukan secara multiyears. Sebab jika dilakukan secara tahun tunggal sudah terlambat atau sedikit berat dilaksanakannya.

“Kalau sudah sistem multiyears akan berkesinambungan. Target pelaksanaan bisa diselesaikan sudah terjadwal,” ujarnya kepada Kabar Banten, Rabu (19/2/2020).

Terkait waktu pelaksanaan, Ia mengatakan, membutuhkan waktu sekitar delapan bulan. Itu artinya dengan waktu yang panjang, seharusnya saat ini sudah proses.

“Kita lihat saja perkembangan penanganan, karena kita sedang konsen ke lahan. Kalau di dinas lahan sudah oke ya sudah. Karena puspemkab enggak sekali bangun tapi berkelanjutan,” ucapnya.

Meski demikian, jika harus multiyears perlu ada administrasi yang di urus bersama DPRD. Dirinya berharap administrasi tersebut busa digarap tahun ini dan pelaksanaannya tahun 2021.

“Kepastian berapa gedung kita belum tahu karena disana banyak infrastruktur termasuk utilitas, bukan gedung saja ada jaringan listrik, drainase, penerangan umum itu melibatkan OPD lain,” katanya.

Untuk anggaran, kata Suherlan, pembangunan saat ini sudah tersedia Rp 25 miliar. “Itu untuk pembangunan dua gedung OPD,” tuturnya.

Dirinya berharap untuk lahan bisa tuntas tahun ini. Sebab bagaimanapun pelaksanaan pembangunan fisik menunggu kesiapan lahan.

“Kalau kendala kurang tahu itu di perlengkapan. Ada banyak pertimbangan, yang lebih paham Setda kita hanya konstruksi,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here