Pembangunan Puspemkab Serang, Dewan Minta Tanggung Jawab Provinsi dan Pusat

Muhsinin, Ketua DPRD Kabupaten Serang.*

SERANG, (KB).- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang Muhsinin, meminta Pemerintah Provinsi Banten dan Pusat ikut memikirkan pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang. Hal itu karena keharusan pembangunan Puspemkab dampak dari pemekaran Kota Serang yang aturannya didasarkan dari pemerintah pusat.

“Provinsi juga harus ikut tanggung jawab dan ikut berpikir, begitu juga pusat. Karena undang-undang juga dari pusat kan harus ada kontribusi,” ujar Muhsinin saat ditemui setelah Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Serang tahun 2020 di lapangan tenis indoor, Selasa (19/3/2019).

Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, perwakilan Bappeda Provinsi Banten, Kepala OPD Pemkab Serang, camat, kepala desa dan LSM se-Kabupaten Serang.

Muhsinin mengatakan, sebelumnya Pemprov Banten memang sudah pernah memberikan bantuan saat pembebasan lahan. Namun kini jangankan untuk bangun fisik, anggaran untuk infrastruktur saja dikurangi. “Harus ikut memikirkan karena bagian dari provinsi juga Kabupaten Serang. Keberhasilan provinsi keberhasilan daripada Kabupaten Serang, begitu sebaliknya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengkritisi pola pembangunan puspemkab di Pemkab Serang saat ini, dimana anggaran terus digulirkan namun tidak langsung digunakan. Akhirnya anggaran selalu menjadi luncuran.

“Berapa kali tahapan harus diluncurkan. Ini buat kenang-kenangan lah nanti di 2020 sudah ada (puspemkab) kalau enggak sanggup di multiyears kan lah. Takut terus kenapa takut orang dapat beli tanahnya. Kalau saya prinsipnya gitu kecuali kitanya menyalahi atau korupsi. Jangan takut selama kita baik untuk membangun puspemkab yang sudah ditunggu-tunggu, kita diusir saja oleh Kota Serang kan malu,” tuturnya.

Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, sampai saat ini permasalahan puspemkab terkendala dengan tanah yang belum selesai. Padahal, seharusnya tahun ini sudah dianggarkan untuk satu gedung. “Sudah dianggarkan tapi digeser lagi akhirnya,” ujarnya.

Sebab, kata dia, ketika dicek ke lapangan, tanah yang sudah dibebaskan belum ada yang satu hamparan penuh. “Jadi masih ada yang bolong-bolong. Kalau kita bangun dan tanah masyarakat belum dibebaskan khawatir nanti jadi persoalan,” katanya.

Pihaknya pun menargetkan agar lahan tersebut bisa beres di tahun ini. Disinggung soal bantuan dari provinsi, Tatu mengatakan, belum ada lagi. Terakhir ada bantuan puspemkab, kata dia, saat pembebasan lahan dari gubernur sebelumnya Ratu Atut Chosiyah. Itu yang jadi pembahasan di internal pemda dengan dewan.

‚ÄĚKarena kita berpendapat bahwa puspemkab harus jadi tugas bersama, pusat, provinsi dan kita. Karena ini konsekuensi dari pemekaran Kota Serang. Kalau misalkan ini jadi beban sendiri, berat, kita saja masalah masyarakat belum terpenuhi, rumah tidak layak huni masih banyak, jadi kita enggak tega mau duduk di gedung bagus masyarakatnya di sana rutilahu belum beres. Saya berharap nanti dari provinsi ada anggaran yang diplotkan untuk puspemkab,” tuturnya.

Terkait musrenbang RKPD, kata Tatu, dibahas tentang penetapan skala prioritas yaitu infrastruktur, pendidikan, ruang kelas dan kesehatan.

“Kita di musrenbang ini kan evaluasi targetan dan menetapkan untuk 2020. Makanya saya tadi kenapa absen camat, kades karena puncak dari musrenbangdes dan kecamatan masuk ke sini. Saya ingin yang dibuat di musrenbangdes dan kecamatan di monitor di sini khawatir tidak masuk,” katanya.

Sejauh ini hasil pembangunan sudah on the track. Capaian tersebut terukur dari IPM yang terus meningkat. Hanya memang, kata dia, Pemkab masih memiliki kelemahan dalam penanganan pengangguran. Sebab hal ini perlu melibatkan dunia usaha.

“Tahun depan saya fokus ke situ (pengangguran). Karena selain dari hasil BPS kita juga melakukan survei independen tentang kepuasan masyarakat. Itu kita yang masih lemah di pengangguran. Apresiasi kepuasan masyarakat di infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan pendidikan sudah lumayan bagus,” tuturnya. (H-48)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here