Pembangunan Pelabuhan Warnasari, PT PCM Gandeng Tiga Investor Baru

CILEGON, (KB).- PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) telah resmi menggandeng tiga investor baru. Ketiga investor tersebut adalah PT Akar Kaniis Indonesia (AKI), PT U Connectivity Services (UCS) dan PT Duta Tong Yang Indonusa.

Jalinan kerja sama ini diikat dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Uderstanding (MoU). Bersama PT AKI, MoU dilaksanakan di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (28/6/2019). Sementara dengan PT UCS dan PT Duta Tong Yang Indonesia, dilakukan dua pekan sebelumnya.

Informasi yang berhasil diperoleh, fokus kerja sama dengan PT AKI adalah pembangunan fasilitas penunjang Pelabuhan Warnasari. Yakni pengelolaan lahan seluas 35 hektare yang diperuntukkan sebagai pergudangan, penimbunan, dan fasilitas bahan bakar minyak (BBM).

Sementara dengan apt UCS dan PT Duta Tong Yang Indonusa, terkait pembangunan dermaga dan trestle atau jembatan dermaga seluas 10 hektare. Direktur Utama PT PCM Arief Rifai Madawi mengatakan, ini merupakan hasil dari komunikasi intensif yang dilaksanakan pihaknya selama beberapa bulan terakhir.

“Selama beberapa bulan berkomunikasi, akhirnya kami menjalin kesepakatan. Bersama PT AKI terkait pengelolaan lahan 35 hektare, dengan PT UCS dan PT Duta terkait pembangunan pelabuhan 10 hektare-nya,” katanya, Senin (1/7/2019).

Namun pihaknya belum membahas secara mendalam terkait kerja sama yang telah terjalin. Khususnya dalam hal pembagian hak dan kewajiban antara kedua belah pihak.

“Sekali pun pada saat penjajakan telah kami sampaikan pola sharing profit, namun hal itu masih perlu dikaji komprehensif lewat tim yang dibentuk. Jadi nanti kami kaji berapa besar investasi, FS, DED, dan sebagainya lewat tim legal yang dibentuk,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Komersil PT PCM Akmal Firmansyah mengatakan, ketertarikan investor lebih mempertimbangkan pada lokasi Warnasari yang strategis. Khususnya PT Duta Tong Yang Indonusa yang melihat Warnasari berada di antara PT Lotte Chemical Indonesia dan PT Krakatau Posco.

“Perusahaan ini melihat Warnasari berada di segitiga perusahaan Korea. Berhubung PT Duta Tong Yang Indonusa pun merupakan perusahaan Korea,” tuturnya.

Mengenai perizinan sisi laut di Kementerian Perhubungan, kata Akmal, saat ini masih dalam proses. Katanya, Kemenhub merespons positif kerja sama yang dijalin dengan para investor.

“Kemarin sudah ke Kemenhub, pada intinya kami diterima Dirjen Hubla. Mereka akan mengeluarkan izin surat penugasan dimulai pembangunan pelabuhan. Memang ada perhatian dari Kemenhub, karena ini investasi yang cukup besar, kami harus hati-hati. Penekannya lebih kepada market,” ucap Akmal. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here