Pembangunan Kios Banten Lama, Pemkot Serang Anggarkan Rp 11,2 Miliar

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdaginkop) Kota Serang mulai melakukan penataan terhadap kios di Banten Lama, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Anggaran Rp 11,800 miliar dari APBD tahun 2017 disiapkan untuk mempersolek kios di Banten Lama.

“Iya benar ada belanja modal untuk pembangunan kios di kawasan Banten Lama dari Satker Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Usaha Kecil Menengah Kota Serang. Pagu yang disiapkan Rp 11,800 miliar,” ujar Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Serang Nofriady Eka Putra, Senin (16/10/2017).

Dia mengatakan, lelang untuk pekerjaan konstruksi tersebut telah selesai. Pokja ULP Kota Serang telah mengumumkan pemenang proyek yakni PT Edo Tunas Totalindo dengan nilai penawaran Rp 11,205 miliar. Perusahaan tersebut dimenangkan karena dinilai telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. “Lelang proyek tersebut diikuti 67 perusahaan,” ucapnya.

Dia menuturkan lelang proyek tersebut memunculkan empat besar perusahaan yang diseleksi tim pokja. Keempatnya yakni PT Edo Tunas Totalindo, PT Gumelar Papak Banten, PT Cimendang Sakti Kontrakindo dan PT Purna Graha Abadi. Dari keempatnya tersebut tiga perusahaan digugurkan karena memiliki beberapa catatan. “Ada beberapa catatan seperti mandor tidak melampirkan surat pernyataan kesanggupan menyediakan tukang atau pekerja sebanyak 12 orang, surat penawaran tidak mencantumkan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dan yang lainnya,” katanya.

Ia mengatakan pemenang lelang dipilih bukan berdasarkan nilai tertinggi. Sebab, pemenang sendiri berada di posisi ketiga. Penawaran tertinggi untuk lelang tersebut ialah PT Purna Graha Abadi berada nilai Rp 11,658 miliar. “Yang prioritas itu bukan dari nilai penawaran tertinggi, akan tetapi perusahaan tersebut sudah memenuhi persyaratan atau belum?. Itu yang dinilai,”ujarnya.

Ia menuturkan selama proses lelang tim pokja ULP Kota Serang tidak ada intervensi. Setiap para peserta lelang mendaftar melalui laman LPSE Kota Serang dan dinilai secara obyektif. “Tidak ada intervensi (ke pokja). Perusahaan pemenang dipilih berdasarkan penilaian dari tim pokja, tidak ada titipan. Kalau pelaksanaan pekerjaan saya tidak tahu coba tanya ke dinas terkait karena tugas kami hanya melakukan pelelangan saja,” tuturnya. (FI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here