Pembangunan Kereta Bandara Soetta Dikebut

TANGERANG, (KB).- Pembangunan jalur Kereta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang semakin dikebut. Namun pengerjaannya mengganggu ketertiban umum. Hal itu terlihat di Jalan Daan Mogot, Tanah Tinggi, Tangerang. Proyek pembangunannya menyebabkan kemacetan panjang.

Berdasarkan pantauan, banyak sejumlah truk besar terparkir di sisi Jalan Daan Mogot. Truk-truk tersebut membawa sejumlah muatan material untuk pembangunan jalur kereta bandara ini. Bahkan dari pihak Waskita selaku pengembang proyek tersebut sempat disentil oleh pemerintah setempat. Sebab, keberadaan puluhan truk itu sangat mengganggu ketertiban umum dan membuat ruas jalan macet parah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Syaiful Rohman memberikan teguran keras kepada Waskita. Ia meminta agar proyek tersebut tak merampas hak-hak pengguna jalan. “Saya minta maaf tidak melibatkan Dishub dan terjadi kemacetan atas banyaknya truk di area proyek kami,” ujar Humas Waskita, Daud saat ditemui di lokasi pembangunan kereta bandara, Jalan Daan Mogot, Tanah Tinggi, Tangerang, Senin (20/11/2017).

Ia menjelaskan, pihaknya akan segera memperbaiki pelaksanaan pengerjaan. Hal itu dilakukan agar tak lagi menimbulkan kemacetan parah. “Kami nantinya akan main (pengerjaan) malam, truk – truk itu dioperasikan malam sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” ucapnya. Menurutnya, pihaknya memang sedang mengejar pembangunan ruas tersebut agar segera rampung. Ditargetkan pengerjaan proyek jalur kereta bandara selesai akhir tahun ini. “Banyaknya truk itu memang untuk secepatnya menyelesaikan pembangunan ini. Kami sedang melakukan penimbunan setinggi 9 meter, setelah itu dilakukan pemasangan rel,” kata Daud.

135 truk diterjunkan

Sementara itu, terkait pembangunan jalur kereta Bandara Soetta yang semakin dikejar pengerjaannya, ratusan truk diterjunkan guna merampungkan proyek tersebut. Daud menjelaskan, langkah itu dilakukan guna mengejar target agar proses pembangunan segera rampung akhir tahun 2017. “Ada 135 truk yang diterjunkan,” ujarnya. Ia pun meminta maaf pengerjaan proyek ini sempat mengganggu ketertiban umum. Bahkan menimbulkan kemacetan panjang di ruas Jalan Daan Mogot.

“Nantinya kami akan koreksi pengoperasiannya. Paling kalau pagi sampai sore hari hanya beberapa truk saja yang dikerahkan. Sisanya dioperasikan pada malam hari,” ucapnya.  Menurut Daud, pihaknya sedang melakukan pengurukan jalur layang sebagai akses jalan kereta bandara yang membelah Jalan Daan Mogot dan Kali Mookevart. “Kami ditarget untuk pembangunan ini selesai akhir tahun. Makanya terus dikejar pengerjaannya sampai 24 jam penuh,” tutur Daud. (DA)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here