Pembangunan Jalan Nasional di Banten Capai 80 Persen

SERANG, (KB).- Pembangunan jalan nasional sepanjang 500 kilometer (km) yang berada di Provinsi Banten saat ini baru mencapai 80 persen. Hal tersebut diungkapkan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi saat menghadiri rapat koordinasi pengembangan ekonomi daerah Provinsi Banten yang diinisiasi bersama pihak Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Kamis (21/12/2017).

“Prioritas di Banten, yaitu bagaimana kami dapat memelihara aset sepanjang 500 km jalan nasional yang ada di Banten harus tetap dalam kondisi mantap. Saat ini pembangunan sudah mencapai 80 persen,” katanya dalam sambutan. Ia menjelaskan, sistem pembangunan jalan nasional tidak berarti dapat langsung memengaruhi pembangunan perekonomian daerah.

Jika pembangunan jalan yang dikelola kabupaten/kota dan provinsi belum menjadi prioritas pemerintah daerahnya, itu tidak bisa dimanfaatkan, karena antara pusat dan daerah harus ada kerja sama yang kuat. “Kendala yang dialami untuk pembangunan ini, yaitu terkait masalah pendanaan. Selain dana, yaitu masalah pembebasan lahan,” ujarnya.

Terkait masalah dana, pihaknya terus berupaya dengan mencari sumber dari investor. Kemudian, mencari sumber dana lain selain dari investor. “Kendala kami ada di pendanaan. Sehingga, kami juga berupaya mencari sumber dari investor selain dari anggaran yang ada,” ucapnya. Ia menuturkan, saat ini pihak Bina Marga Pusat terus mendukung pembangunan KEK Tanjung Lesung, pembangunan Kota Baru Maja, pembanguann Tol Serang-Panimbang, dan jalan gantung. “Kalau Tol Serang-Panimbang ini ditargetkan bisa selesai pada 2019. Kami sempat menyampaikan pada gubernur, bahwa Serang-Panimbang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tuturnya.

Selain itu, pembangunan KEK Tanjung Lesung harus disambut dengan berbagai kegiatan. Tidak hanya membangun kawasan wisatanya saja, tetapi pusat berencana untuk membangun suatu konektivitas menuju ke daerah selatan. “Kalau untuk pembangunan jembatan gantung ada 30 jembatan. Jembatan ini harus konek ke jalan desa menuju jalan pusat perkotaan terdekat,” katanya.

Menurut dia, di Banten ada pengembangan KEK Tanjung Lesung, tetapi jika dikembangkan tanpa adanya pengembangan infrastruktur, maka tidak akan ada yang mengunjungi. Selain itu, jalanan di wilayah Selatan saat ini sudah terbilang tertinggal dari wilayah Utara. “Itu menjadi hambatan yang harus diselesaikan secepatnya. Program prioritas PUPR salah satunya bagaimana program ini harus sesuai dengan rencana kerja membangun dari daerah pinggiran dan membuat pembangunan lintas wilayah,” ujarnya. (TM)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here