Pembangunan Jalan di Kota Serang Terkendala Status

SERANG, (KB).- Pembangunan dan peningkatan jalan di wilayah Kota Serang masih terkendala status kewenangan. Akibatnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang baru dapat membangun dan meningkatkan jalan sepanjang 208 kilometer (km) saja.

Sementara, sisanya sebanyak ratusan kilometer yang berada diwilayah Kota Serang belum dapat diperbaiki dan ditingkatkan, karena belum dilimpahkan ke pemkot. Status jalan di wilayah Kota Serang baru mendapat surat keterangan (SK) sepanjang 208 kilometer.

Padahal, apabila dihitung secara kewilayahan, masih ada ratusan kilometer jalan di Kota Serang. Seperti jalan poros, jalan lingkungan, kemudian jalan perumahan, serta akses jalan lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Asep Heryawan mengatakan, status jalan Kota Serang yang ter-SK baru 208 kilometer. Sisanya merupakan kewenangan jalan Provinsi Banten dan jalan nasional, sehingga pihaknya hanya terfokus pada pembangunan jalan tersebut.

“Mungkin masyarakat menilainya terhadap semua jaringan jalan. Padahal ada beberapa kewenangan seperti jalan nasional, provinsi maupun kota. Tadi itu, untuk Kota Serang itu yang ter-SK-kan baru 208 kilometer. Padahal di luar itu masih ada ratusan kilometer lagi (belum ter-SK-kan). Seperti jalan poros, jalan lingkungan dan jalan-jalan lainnya. Jadi saat ini jalan kota yang baru terinventarisir baru 208 kilometer, tahun depan bisa menjadi 500 kilometer,” ujarnya, Kamis (31/10/2019).

Dari 208 kilometer tersebut, dia mengatakan, tersebar di enam kecamatan di Kota Serang. Namun, hanya di jalan utama saja, belum masuk hingga ke jalan poros dan jalan lingkungan. Alasannya, kedua jalan tersebut belum masuk dalam perencanaan pembangunan tahun ini. Selain itu, ada juga dana kelurahan untuk membangun jalan lingkungan dan jalan poros.

“Persentase Jalan Mantap di Kota Serang sudah 90 persen. Mungkin untuk dua tahun ke depan, Kota Serang kondisi jalannya sudah mantap menyeluruh. Namun, untuk Jalan Mantap ini kami masih berorientasi pada status jalan kota. Sekitar 208 kilometer, jadi kami konsen ke yang 208 itu saja,” ucapnya.

Setelah proses peningkatan jalan menuju mantap, kata Asep, akan dilanjutkan dengan pelebaran jalan dan pembangunan persimpangan. Pihaknya juga saat ini sedang menyusun data titik jalan terkait peningkatan status jalan. Misalnya, yang tadinya jalan poros menjadi jalan kota.

“Baru kami melangkah ke pelebaran jalan dan persimpangan. Namun, saat ini kami masih memfokuskan ke peningkatan struktur, dan memanfaatkan jalan serta ruang yang ada,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Serang M Ridwan mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada peningkatan jalan dan sejumlah pembangunan betonisasi di beberapa titik jalan kota. “Fokusnya ke peningkatan jalan kota dulu, kalau untuk yang lainnya nanti menyusul,” ucapnya.

Terkait peningkatan status jalan, Wali Kota Serang Syafrudin menjelaskan, masih dalam proses, termasuk pembangunan betonisasi jalan disejumlah titik di Kota Serang. Sebab, saat ini pemkot masih terkendala dengan status jalan yang belum merata.

“Insyaallah 2020 bisa terselesaikan semuanya. Termasuk status jalan juga, karena status jalan ini kami belum menyeluruh dan merata. Seperti jalan yang wilayahnya masuk ke Kota Serang, tapi kewenangannya ada di provinsi ataupun nasional. Nanti melalui Dinas PUPR kami juga akan urus itu,” katanya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here