Pembangunan di Daerah Perbatasan Kabupaten Serang Dinilai Belum Merata

SERANG, (KB).- Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Soleh menilai, pembangunan di daerah Kabupaten Serang yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang belum merata. Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya infrastruktur yang belum layak di daerah tersebut.

Menurut dia, beberapa daerah perbatasan yang masih belum rata pembangunannya, seperti di Desa Cakung, Kecamatan Binuang, tepatnya di Kampung Kuranji, Bojong, dan Pulo, kemudian di Desa Renged dan Gembor. “Kaya Jalan Bojong di sana ada penziarahan Syekh Hasan Basri, tapi belum terawat,” katanya kepada wartawan, Ahad (25/11/2018).

Ia menuturkan, kondisi di daerah perbatasan antara Kabupaten Serang dan Tangerang tersebut, memang belum merata pembangunannya. Sementara, di wilayah Kabupaten Tangerang hampir semua jalan di daerah perbatasannya sudah dibeton.

“Tidak ada lagi jalan jelek, kami berbatasan dengan mereka pengerasan saja belum. Ada di Desa Renged sudah dibeton, tapi banyak di desa lain yang belum. Masih banyak yang belum disentuh, apalagi itu rawan banjir tiap tahun, jadi perlu penanganan khusus,” ujarnya.

Bahkan, tutur politisi Hanura tersebut, PLN di daerah perbatasan tersebut, aksesnya masih dari Kabupaten Tangerang. “Kalau yang saya lihat, ada lagi yang terpencil itu masuk Cakung, di sana sangat menonjol. Di sana ada enam KK (kepala keluarga) masuk Kabupaten Serang dan dikelilingi Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Menurut dia, seharusnya pemkab bisa menjadikan daerah terpencil tersebut, prioritas dalam pembangunan. Jangan sampai mereka merasa tak diperhatikan, kemudian meminta pindah kependudukan ke Kabupaten Tangerang. “Kalau mereka pindah dari kami kan memalukan,” katanya.

Disinggung terkait perhatiannya sebagai wakil rakyat, dia mengatakan, sudah pernah mengajukan pembangunan paving block di daerah tersebut pada 2009 (ketika menjabat dewan). “Saya masukan ke sana, sekarang mereka ada kekhawatiran sangat tinggi terkait kalimati yang sering melimpah ke kampung,” ujarnya.

Pihaknya berjanji akan mencoba mengajukan anggaran lagi, agar daerah tersebut bisa dibangun. “Intinya minta perhatian dari pemda, tidak menyudutkan siapa-siapa. Khawatir kalau terus terjadi, mereka trauma, melihat Kabupaten Tangerang bagus, tapi mereka jelek,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here