Pembangunan BTS Diduga Rugikan Warga

PANDEGLANG, (KB).- Pembangunan Base Transceiver Station (BTS) diduga milik provider Smartfren di duga merugikan warga Kampung Sukajaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Keroncong. Soalnya, pembangun tower tersebut diduga menggunakan uang pribadi pemilik lahan tersebut.

Pemilik lahan Ahmad Yani mengatakan, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta untuk pengadaan material dan tenaga kerja. Bahkan, kata dia, pembangunan tower mangkrak selama satu tahun lebih. Hal itu disebabkan, karena pihak vendor tidak melanjutkan pekerjaannya untuk membangun BTS.

“Harusnya kan pakai uang perusahaan untuk membangun tower maupun untuk perizinannya, katanya kalau sudah on progres 30 persen akan dibayar. Akan tetapi, sampai saat ini sudah hampir satu tahun setengah belum dibayar,” ujar Ahmad Yani kepada Kabar Banten, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, untuk pembayaran dari pihak IBS kepada warga sebetulnya sudah dibayar. Akan tetapi, kata dia, masih ditahan untuk diserahkan kepada Subcon dari Reka Cell. Karena, masih terdapat beberapa pekerjaan proyek yang masih mangkrak.

“Kalau itikad untuk membayar, IBS sudah menyiapkan untuk pembayarannya. Tapi, kalau untuk diserahkan kepada pemilik lahan masih ditahan. Yang jelas saya merasa dirugikan,” ucapnya.

Menurut dia, untuk jumlah sewa lahan per tahun disepakati mencapai Rp 13 juta. Dengan perjanjian sewa lahan sepuluh tahun, dengan kalkulasi Rp 150 juta selama sepuluh tahun.

“Yang dijanjikan oleh pihak Subkon itu Rp 150 juta untuk sewa lahannya, sementara untuk sewa per tahun itu katanya Rp 13 juta. Dalam hal ini, saya hanya ingin kejelasan kapan akan dilakukan pembayaran ganti ruginya, sebab ini kan memakai uang pribadi,” ucapnya.

Sementara itu, pihak subkon vendor dari IBS belum bisa dihubungi, karena masih di luar jangkauan. (Ade Taufik/IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here