Selasa, 20 November 2018

Pembangunan Alun-alun Kota Cilegon Disorot

CILEGON, (KB).- Pembangunan alun-alun yang kini sedang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, mendapat sorotan tokoh masyarakat setempat. Ketua Umum PB Al Khairiyah Ali Mujahidin mengatakan, proyek tersebut harus ditinjau ulang. “Kenapa demikian, seharusnya alun-alun harus punya jalan yang lebar. Kemudian fungsinya apa, bermanfaat tidak bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (26/10/2017).

Saat ini, tutur dia, banyak kawasan dan instansi yang menyediakan sarana bermain. Di kawasan Krakatau Steel (KS) misalnya ada Bapor, Krakatau Jungle Park. Selain itu, Pemkot juga sudah menyediakan sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di berbagai wilayah. Mumu, panggilan akrab Ali Mujahidin mempertanyakan kenapa Pemkot memprioritaskan pembangunan alun-alun. Padahal, kebutuhan lain yang lebih penting bagi masyarakat masih banyak. Seperti pembangunan workshop di berbagai kecamatan guna menekan angka pengangguran.

Hal yang sama dikatakan oleh tokoh masyarakat Rawa Arum, Husein Saidan. Ketua LSM Gapura Banten itu menilai, pembangunan alun-alun bukan skala prioritas. Selain itu juga hanya menghamburkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menuturkan, salah satu contoh Taman Boulevard, saat ini kurang terawat, terus kalau malam tidak ada yang jaga.
“Ada sebuah konsekuensi kalau fasilitas umum dibangun,” tuturnya.

Pembangunan alun-alun, tutur dia, bukan tidak penting, akan tetapi ada skala prioritas lainnya seperti membangun pusat kuliner dan menghidupkan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM). Apalagi yang menyerap tenaga kerja dan edukasi buat sekolah. Misalnya, Situ Rawa Arum yang saat ini statusnya Pemkot Cilegon mendapatkan hak kelola. Dari situ bisa bangun pusat kuliner ikan air tawar, di sekitaran bisa dibangun kios untuk UKM. Kemudian anak-anak sekolah tanpa harus piknik keluar Kota Cilegon bisa memanfaatkan pengetahuan di lokasi tersebut.

Husen menuturkan, kalau semua itu dipusatkan di Situ Rawa Arum, banyak kegiatan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang membuat program pro-rakyat langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena selama ini banyak masyarakat yang mengabaikan situ tersebut. Akan tetapi kalau dilakukan kegiatan berjenjang, maka akan terasa manfaatnya.

“Salah satu contoh, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan membina masyarakat sekitar untuk melakukan budidaya ikan air tawar, yang melakukan dan mendapatkan hasilnya juga masyarakat sekitar. Untuk kulinernya melalui Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) dan pengemasan atau packing penjualan melalui UKM, banyak sekali terlibat dari wisata. Kenapa tidak dialokasikan saja dana APBD untuk pengembangan Situ Rawa Arum,” kata Husen.

Ia meyakini, Situ Rawa Arum merupakan cikal bakal destinasi wisata yang ada di Kota Cilegon, karena melihat letak geografis sangat strategis. Ada jalan tol, yang nantinya diajak kerja sama dengan pihak pengelola. Sehingga mereka yang akan menyeberang atau melintas, bisa mampir. Ini investasi yang menghasilkan karena pengunjung juga bisa ditarik untuk retribusi dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (HS)***


Sekilas Info

Satpol PP Gelar Razia, Tempat Hiburan Malam Mendadak Patuh

CILEGON, (KB).- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon bersama Kepolisian Resor (Polres) Cilegon …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *