Pembangunan 2019 di Kota Tangerang, Persoalan Kemacetan Jadi Prioritas

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan fokus pada persoalan mendasar yang dihadapi oleh masyarakat, salah satunya adalah kemacetan. “Persoalan yang dirasakan oleh masyarakat saat ini panas, macet dan genangan. Sebenarnya jika tiga persoalan tersebut dikeroyok bareng-bareng oleh semua OPD, maka performance kita dimata masyarakat juga akan meningkat,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Dadi Budaeri, kemarin.

Untuk itu, lanjut Sekda, sudah sepatutnya jika perencanaan program kegiatan ke depan terfokus terhadap tiga persoalan yang memang saat ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah.  “Contoh soal kemacetan, kita selalu nunggu macet dulu baru kemudian melakukan tindakan entah itu lewat perbaikan jalan, penambahan geometri jalan atau melakukan rekayasa lalu lintas. Jadi terkesan kita tidak berusaha menyelesaikan permasalahan tapi malah menunggu peluang munculnya masalah lainnya,” tutur Dadi kembali.

Dadi mengaku, sejak dulu Pemkot Tangerang sudah tahu bahwa pelebaran jalan tidak akan menyelesaikan persoalan kemacetan. “Kenapa tidak lakukan pengelolaan transportasi secara baik dan benar. Dengan mengoptimalkan ruas jalan yang memang terbatas untuk transportasi massal yang nyaman, sehingga orang tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi, berhasil ke angkutan massal,” ucapnya.

Masih soal penanganan kemacetan, Dadi juga berharap agar para ASN juga bisa menjadi pelopor penggunaan transportasi umum di Kota Tangerang. “Kalau pegawai yang jumlahnya sekitar 6.000 orang bisa menjadi pelopor penggunaan angkutan umum mungkin bisa sedikit mengurangi kemacetan. Mudah-mudah ke depan kita segera bisa terapkan program satu hari tanpa kendaraan pribadi,” tuturnya.

Sementara itu, Asda II Pemkot Tangerang Muhtarom menyampaikan bahwa secara garis besar program pembangunan di Kota Tangerang di tahun 2019 menitikberatkan kepada berbagai program inovatif yang bertujuan untuk menyelesaikan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Setelah dilakukan penajaman program yang diusulkan oleh OPD muncul 98 program inovatif di antaranya terkait dengan urusan pekerjaan umum dan juga transportasi,” katanya saat memberikan laporannya kepada Sekda.

Sebagai informasi penajaman program pembangunan 2019 menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan yang telah melalui tahap Musyawarah Rencana Pembangunan dengan melibatkan masyarakat, sebelum kemudian dituangkan dalam APBD 2019. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here