Pembacokan di Bojonegara, Persaingan Bisnis Berujung Maut

INSIDEN pembacokan di Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang yang menewaskan Khaerul Anwar (40), terungkap. Kepolisian Resor (Polres) Cilegon mendapati fakta, kejadian tersebut dipicu oleh persaingan bisnis pasir makadam (sirdam) antara pelaku dengan pihak Pemerintah Desa Pengarengan.

Diketahui sebelumnya, Khaerul Anwar (40), adik Kepala Desa (Kades) Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang Saefulloh kehilangan nyawa setelah sempat dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Senin (17/2/2020).

Korban meninggal dunia akibat mengalami pendarahan hebat di bagian dada, setelah dia bersama dua saudaranya, yakni Syafrudin (45) dan Nursidi (37) menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam oleh 5 orang, di depan PT Sumber Gunung Maju (SGM), Kampung Pangrango Dukuh, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (17/2/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, telah menangkap seluruh tersangka pelaku yang terlibat dalam pembacokan. Mereka, adalah Nasrudin (50), Safiudin (60), Subedi (53), Muhammad Ikhsan Suharits (48), serta Hasuni (47), warga Pengarengan, Kecamatan Bojonegara.

“Semuanya menyerahkan diri secara sukarela, dikawal oleh tokoh masyarakat Kabupaten Serang Jaro Elly (Sulaeman Ridho),” katanya saat ditemui di Polres Cilegon, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga : Syafrudin Dibacok di Bojonegara

Menurut dia, Nasrudin yang merupakan saudara dari Saefulloh, adalah tersangka utama. Tersangka pelaku yang istrinya adalah keponakan Saefulloh membacok ketiga korban.

“Tersangka menggunakan motor dan mobil Terios warna hitam. Awalnya beberapa pelaku mengadang korban, kemudian tersangka Saefulloh menghantam mereka dengan golok,” ujarnya.

Ia menduga, ada persaingan bisnis yang menjadi latar belakang insiden tersebut. Selain dari persaingan bisnis, peristiwa pembacokan juga disebabkan oleh ketegangan pasca-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Serang 2019.

“Nasrudin adalah calon kades yang kalah pada pilkades serentak tahun lalu,” ucapnya.

Terkait persaingan bisnis, dia menerangkan, Nasrudin telah lama bekerja sama dengan PT SGM. Namun, ketika Saefulloh menang pada Pilkades 2019, sang kades baru ingin ikut bekerja sama dengan PT SGM, mengatasnamakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Pak kades ingin ikut mengambil DO (delivery order) di PT SGM untuk kepentingan BUMDes,” tuturnya.

Adanya keinginan Saefulloh, menyebabkan perang urat syarat dengan Nasrudin. Puncaknya ketika para korban mengawal truk bermuatan material batu, keluar dari PT SGM.

“Sempat terjadi sejumlah mediasi, namun hasilnya nihil. Lalu, terjadilah peristiwa itu, ini ketika Saefulloh mengambil DO (delivery order) dari PT SGM,” katanya.

Pada peristiwa pembacokan, para pelaku menganiaya korban di tempat terpisah. Korban pertama, adalah Nursidi, dibacok di depan pos sekuriti PT SGM.

“Korban kedua, yakni Khairul Anwar, adik kades, 20 meter dari TKP pertama. Sementara, korban ketiga, adalah Safrudin, itu 30 meter dari TKP kedua. Ketiganya dibacok oleh Nasrudin,” ujarnya.

Pascapembacokan, pihaknya sempat melakukan upaya pengamanan di wilayah Desa Pengarengan. Sebanyak 150 personel gabungan dari Polres Cilegon, Brimob Polda Banten, dan Dalmas dikerahkan untuk menjaga kondusivitas.

“Kami tempatkan para personel di rumah pelaku, rumah korban, serta sepanjang pemakaman. Karena, adik kades bernama Khairul Anwar dikebumikan pada Senin (17/2/2020) sekita pukul 22.00 WIB,” ucapnya.

Sementara itu, Kades Pengarengan Saefulloh meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya. Ia menduga, jika insiden tersebut, melibatkan sejumlah pihak yang memiliki kepentingan. (Sigit Angki Nugraha)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here