Pemanfaatan Tanah Wakaf Belum Optimal

SERANG, (KB).- Sekitar 1.000 hektare tanah wakaf di tiga kecamatan di Kota Serang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Serang mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk bersama-sama memanfaatkan lahan persawahan, perkebunan, dan empang untuk dikelola secara produktif.

Hal tersebut, disampaikan Ketua BWI Kota Serang Fadlullah pada acara pembinaan wakaf produktif kepada nadzir selaku pengelola wakaf di salah satu hotel Kota Serang, Rabu (10/7/2019). Hadir dalam acara tersebut, Asisten Daerah (Asda) II Joko Sutrisno, Kepala Dinas Pertanian Edinata Sukarya, dan para peserta lainnya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan, untuk mengelola aset wakaf sebagai modal pembangunan berwawasan di lingkungan. Selama ini, kata dia, banyak ladang, sawah, dan sejumlah lahan yang tidak dioptimalkan dengan baik.

“Ini untuk membangun sinergi antara BWI dengan pemerintah daerah bagaimana membangun ketahanan pangan di Kota Serang. Karena, wakaf ini berada di bidang pertanian yang luasnya lebih dari seribu hektare,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, lahan di tiga kecamatan tersebut, terdapat lahan perkebunan dan persawahan hingga taman pemakaman yang bisa dimanfaatkan. Lahan tersebut, berada di Kecamatan Cipocok Jaya, Kecamatan Kasemen, dan Kecamatan Taktakan. “Apabila ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik tentu saja pembangunan Kota Serang bisa berkembang dengan cepat,” ucapnya.

Ia merinci, aset sawah di Kecamatan Taktakan terdapat di 26 lokasi dengan total 115.271 hektare. Kemudian, Kecamatan Cipocok Jaya dengan 59 lokasi seluas total 59.756 hektare. Selanjutnya, di Kecamatan Kasemen berada di 157 lokasi dengan luas 990.902 hektare.

“Dengan total seribu hektare lebih untuk persawahan. Itu berupa ladang dan makam. Jika ini dikembangkan dengan baik, insya Allah bisa membangun ketahanan pangan di Kota Serang,” tuturnya.

Asisten Daerah (Asda) II Joko Sutrisno menuturkan, pemkot siap membantu rencana tersebut. “Tentu pemerintah sangat mengapresiasi, karena ini juga kan untuk pembangunan Kota Serang dan kesejahteraan masyarakat Serang,” katanya.

Menurut dia, selama ini banyak fenomena alih fungsi lahan di Kota Serang, yaitu lahan perkebunan beralih menjadi perumahan. “Daripada menjadi perumahan, lebih baik dimanfaatkan untuk pembangunan Kota Serang tanpa merusak lingkungan,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang Edinata Sukarya juga mendukung adanya gagasan tersebut. Menurut dia, Kota Serang membutuhkan banyak lahan untuk meningkatkan hasil bumi, khususnya padi atau beras. “Selama ini kan Kota Serang ambil beras dari luar. Kalau ada seperti ini bisa menambah peningkatan produksi beras di Kota Serang,” ujarnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here