Minggu, 19 Agustus 2018

Pemanfaatan Iwak Banten Kurang Sesuai, Pemkab Serang Ajukan Pengambilalihan

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengajukan pengambilalihan sentra kuliner dan sentra produk perikanan terpadu atau Iwak Banten yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Hal tersebut dilakukan, karena saat ini pemanfaatan lahan tidak sesuai dengan rencana awal, yakni untuk setra produk perikanan.

Diberitakan sebelumnya, sentra tersebut dibangun atas tugas perbantuan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan yang diberikan ke Pemprov Banten dan lahannya dipinjamkan Pemkab Serang kepada Pemprov Banten melalui perjanjian bernomor 593/2883/ Aset/2015 pada November 2015. Setelah pembangunan selesai sentra tersebut, harus diserahkan ke pemerintah pusat untuk kemudian diserahkan ke Kabupaten Serang. Sesuai perjanjian, Pemkab Serang juga sepakat tanahnya digunakan, karena setelah pembangunan akan diserahkan ke kabupaten.

Baca Juga: Perjanjian Lahan Iwak Banten, Pemkab Serang Beri ”SP” ke Provinsi

Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa menuturkan, pemkab telah menyiapkan surat yang akan ditujukan ke Dinas Kelautan Provinsi Banten untuk mengambil alih aset tersebut. “Kami akan mohonkan, kami sudah siapkan surat juga ke provinsi ke Dinas Kelautan untuk bisa diambil alih oleh pemkab,” katanya saat ditemui wartawan seusai menghadiri kegiatan Lomba Tekhnologi Tepat Guna (TTG) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, di Sentra Iwak Banten, Kota Serang, Rabu (6/6/2018).

Ia kecewa dengan adanya permasalahan terkait Iwak Banten, karena sebelumnya pemkab berharap, tempat tersebut dapat menjadi etalase produk perikanan Kabupaten Serang.

“Terus terang saja, saya kecewa, ini tadinya kan akan kami jadikan semacam etalasenya hasil produk Kabupaten Serang, kami ingin pamerkan di sini dan inilah yang nanti menjadi wajah Kabupaten Serang ke wisatawan, seperti pusat oleh-olehnya Kabupaten Serang dan Kota Serang juga boleh bergabung di sini, tetapi ternyata sekarang masih di provinsi, padahal ini, adalah aset Kabupaten Serang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pembangunannya dibiayai APBN pusat dan provinsi hanya memfasilitasi. “Tapi, sekarang diklaim, bahwa ini seolah-olah domainnya provinsi. Ini terus terang saja kami kecewa,” ucapnya.

Baca Juga: Iwak Banten Diduga Jadi Bisnis Oknum Pejabat

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang, Budi Mulyono mengatakan, permasalahan Iwak Banten saat ini masih ditangani oleh Bagian Hukum Pemkab Serang. “Informasi dari pak Sugi (Kepala Bagian Hukum Pemkab) mengenai Iwak Banten saat ini di provinsi kondisinya masih dalam pemeriksaan BPK. Sekarang kan penanganannya sudah di bagian hukum,” tuturnya.

Menurut dia, saat ini pihaknya juga masih menunggu perkembangan selanjutnya. Dalam hal tersebut, DKPP ingin, agar manfaatnya maksimal untuk kebutuhan perikanan. “Sekarang kan dipakai yang lain juga, seperti toko batik, kan gak pas sama namanya Iwak Banten, tujuannya kan untuk perikanan ruang pamer hasil olahan perikanan, kemudian akuarium ikan hias,” katanya. (YY)*


Sekilas Info

Meski Sudah Tobat, Proses Hukum Ratu Kerajaan Ubur-ubur Terus Berjalan

SERANG, (KB).- Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Komarudin mengatakan proses hukum ratu kerajaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *