Selasa, 11 Desember 2018
Tikar (28) pemilik Galeri Woody memperlihatkan foto media kayu (foto wood) di galerinya.*

Peluang Bisnis Baru Cetak Foto Kayu

Kreativitas seni gambar atau lukisan menggunakann media kayu, baik foto wood maupun wood painting terus mengalami perkembangan. Bahkan, karya seni tersebut kini menjadi fenomena peluang usaha ekonomi kreatif baru yang cukup menjanjikan.
Adalah Tikar (28) pemilik galeri Woody yang beralamat di Kompleks Krakatau Steel (KS) Propelat, Kota Cilegon, Banten.

Pemuda asli Cilegon ini memanfaatkan kemampuan kreativitas seni yang dimilikinya menjadi sebuah usaha pembuatan kerajinan seni foto menjadi berbagai macam souvenir yang memanfaatkan media papan kayu.

“Saya sendiri nggak kepikiran biasa sampai punya galeri seperti sekarang ini. Awalnya yang minta dibuatkan foto wood, hanya orang terdekat saja. Mugkin karena hasilnya bagus, foto wood hasil kreasi saya mulai tersebar dari mulut ke mulut. Dari situlah orang-orang mulai berdatangan minta dibuatkan foto wood,” kata Tikar, Selasa (13/3/2018).

Kemampuan cetak foto kayu tersebut di dapatkannya secara autodidak dari beberapa video maupun artikel tutorial di internet. Bekal ilmu dari internet itu kemudian dikembangkan, sampai akhirnya memiliki galeri tempat usaha seperti sekarang ini. “Galeri ini saya dirikan tahun 2017. Saat ini Galeri Woody saya sudah memiliki workshop di Kota Cilegon,” ucapnya.

Untuk pengerjaannya sendiri, kata dia, membutuhkan waktu sehari untuk satu barang yang sudah tersedia (ready stok) di galeri. Sedangkan untuk pesanan customzed membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama, dua sampai tiga hari bergantung tingkat kesulitannya. “Biasanya pesanan akan diproses setelah pembayaran diterima. Untuk pemesanan kilat dikenakan biaya tambahan,” katanya.

Kebanyakan lukisan dan foto kayu yang diminati pembeli bertemakan vintage atau tempo dulu. Sementara untuk gambar karakter kartun hanya sedikit. Harga yang ditawarkan relatif murah, mulai Rp 50.000 sampai Rp 265.000. ”Omzet penjualan souvenir per bulan bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Pemesan atau pembeli kebanyakan dari luar Banten,” ucapnya.

Sementara pemilihan material kayu yang digunakan tidak dikhususkan pada jenis kayu tertentu. Material kayu didasarkan pada pertimbangan ketersediaan bahan baku yang ada, seperti kayu pinus. Bahkan ada juga material dari serbuk kayu yang dipadatkan.
“Kayu diperoleh dari pasokan lokal, seperti sisa-sisa peti kemas,” tuturnya. (Ridwan/Job)***


Sekilas Info

HUT ke-28, JNE Berikan Hadiah Dua Unit Rumah untuk Karyawan

Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 26 November, merupakan momen yang penting bagi JNE. Tidak hanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *