Pelayanan RSUD Berkah Pandeglang Dikeluhkan

PANDEGLANG, (KB).- Sarda, pasien menderita luka akibat kecelakaan sudah hampir dua hari terbaring di Ruang IGD RSUD Berkah Pandeglang, Sabtu (6/7/2019). Kondisi tersebut membuat keluarga pasien mengeluhkan proses pelayanan yang tidak cepat, tanggap dan prima oleh pihak rumah sakit.

“Iya, saya bingung sudah membayar ruangan untuk pasien tapi sampai sekarang belum juga dibawa ke ruangan. Padahal, saya membayar dengan uang kas untuk ruangan pasien itu atas anjuran petugas rumah sakit tersebut terkait pengurusan administrasi,” kata Mayali, keluarga pasien kepada Kabar Banten, Ahad (7/7/2019) di Pandeglang.

Ia menceritakan, saat pertama pasien dibawa ke RSUD Berkah. Dirinya mendapat arahan petugas medis untuk dirujuk ke Rumah Sakit Banten yang ada di KP3 Banten. Namun setelah mengikuti arahan rujukan, pihak RSUD Berkah Pandeglang menyatakan belum ada jawaban dari RS Banten.

“Iya, saya nurut aja, karena petugas dari RSUD Berkah Pandeglang mengaku sudah menghubungi RS Banten melalui telepon genggam, namun tidak pernah ada jawaban. Akhirnya, sudah dua hari ini pasien masih berbaring di ruang IGD,” ujar Mayali.

Karena melihat kondisi pasien kasihan, Mayali meminta petugas agar pasien bisa segera dibawa ke ruangan inap di RSUD Berkah Pandeglang. Waktu itu, petugas menganjurkan untuk mengurus administrasi.

“Waktu itu saya urus administrasi termasuk membayar uang untuk ruangan. Tetapi sampai sekarang pasien belum juga dibawa ke ruangan dan masih terbaring di UGD. Saya mengeluhkan pelayanan yang kurang optimal, karena terkesan pasien seperti ditelantarkan,” ucap Mayali.

Sementara itu Dirut RSUD Berkah Pandeglang Firmansyah, belum bisa dimintai keterangan. Soalnya, ketika dihubungi melalui telepon selulernya belum ada jawaban.

Ketua Komisi IV DRPD Pandeglang E Supriadi geram dengan adanya kasus tersebut. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan klarifikasi kepada pihak RSUD Berkah Pandeglang.

“Nanti kita akan pertanyakan kepada pihak RSUD dengan adanya keluhan masyarakat tersebut. Karena, dengan adanya kasus seperti ini harus menjadi perhatian semua pihak. Sebab selama ini pelayanan kesehatan selalu disampaikan oleh bupati. Tetapi, bawahannya tidak memberikan pelayanan yang baik,” tuturnya. (EM/IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here