Pelayanan KTP-El, Pemkab Tangerang Buka 6 Loket

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membuka 6 loket pelayanan khusus pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) demi memudahkan warga yang selama ini harus mengurus ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, setiap loket tersedia sebanyak 300 blangko per hari, agar warga tidak mengalami kendala. “Loket khusus itu tersebar di Kecamatan Kelapa Dua, Curug, Balaraja, Kresek, Mauk, dan Pakuhaji,” katanya, belum lama ini.

Ia mengatakan, petugas loket tersebut, tidak hanya melayani penduduk yang berdomisili di kecamatan setempat, melainkan dari kecamatan lain yang terdekat juga diperkenankan. Sebagai contoh loket di Kecamatan Kelapa Dua melayani warga dari Kecamatan Cisauk dan Pagedangan.

Demikian juga loket di Kecamatan Curug dapat juga melayani warga yang tinggal di Kecamatan Legok. Bahkan, loket di Kecamatan Balaraja dapat melayani penduduk berdomisili di Kecamatan Jayanti, Solear, dan Sukamulya.

“Loket di Kecamatan Kresek, meliputi pelayanan warga dari Kecamatan Mekarbaru dan Gunung Kaler,” ujarnya.

Ia menambahkan, loket di Kecamatan Mauk dapat melayani warga dari Kecamatan Krojo, Kemiri, dan Sukadiri.
Namun, loket di Kecamatan Pakuhaji melayani penduduk dari Kecamatan Kosambi, Sepatan, Teluknaga, dan Sepatan Timur. Ia menuturkan, pelayanan pembuatan KTP-el tersebut, dibuka Senin hingga Kamis mulai pukul 09.00 WIB hingga kantor kecamatan tutup.

Kabupaten Tangerang memiliki 29 kecamatan, 246 desa, dan 28 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, sedangkan warga yang memiliki KTP-el belum seluruhnya, karena berbagai alasan, seperti letak kantor Disdukcapil jauh memerlukan biaya, karena berada di Puspem di Tigaraksa dan tidak tersedia blangko.

Sementara itu, sejumlah warga di Kabupaten Tangerang mengapresiasi positif upaya ”jemput bola” pemerintah setempat dalam pelayanan pembuatan KTP-el dengan membuka 6 loket khusus.

Seorang warga Kecamatan Kosamabi Masriah mengatakan, selama ini enggan mengurus KTP-el, karena jarak yang relatih jauh dan harus antre di Puspem Tangerang, ini dianggap tidak efektif dan efisien. Pendapat senada juga diutarakan warga lainnya Amsir (31) warga Desa Bojong Renged, Kecamatan Pakuhaji dan Usman (28) penduduk Desa Suradita, Kecamatan Cisauk. Ia mengatakan, terbantu dengan dibukanya tambahan loket pembuatan KTP-el. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here