Pelayanan Jemaah Disabilitas Ditingkatkan

SERANG, (KB).- Kementerian Agama (Kemenag) melalui penyelenggara ibadah haji dan umrah memfokuskan pada peningkatan kualitas ibadah haji pada 2020. Salah satunya memberikan penanganan khusus bagi jemaah haji disabilitas.

“Pada 2020 merupakan tahun peningkatan kualitas ibadah haji, yakni dengan melakukan bimbingan manasik haji, yakni jemaah berhak mendapatkan bimbingan manasik tidak hanya di tanah air. Akan tetapi, dalam perjalanan hingga tiba di Arab Saudi,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Banten Deni Rusli, di Kemenag Banten, Kamis (5/12/2019).

Selain memberikan penagnangan bagi jemaah disabilitas, juga memberikan pelayanan bagi jemaah yang sudah lanjut usia dengan memprioritaskan mereka. Pihaknya melakukan hal itu untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji dengan berinovasi, seperti layanan konsumsi pada 2019 lalu di mekkah 40 kali, kini pada 2020 menjadi 50 kali.

“Fast tracke yang sebelumnya hanya dilakukan di dua embarkasi, pada 2020 diberlakukan untuk seluruh embarkasi. Kemudian Ada dua embarkasi yakni Jakarta Pondok Gede (JGK) dan Jakarta Bekasi (Jks),” katanya.

Waktu Tunggu

Ia mengatakan, waktu tunggu haji di Banten cukup lama yakni 22 tahun. Bagi masyarakat yang akan mendaftar pada 2019, akan diberangkatkan pada 2041. Alasannya, banyak masyarakat yang mendaftar sementara kuota terbatas.

“Waktu tunggu yang lumayan lama tersebut karena banyak masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji, selain itu pihaknya juga sedang menunggu Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) pada 2020 yang masih dalam pembahasan,” katanya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here