Pelatihan Paralegal Buka Wawasan Tentang Hukum

PUSAT Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Damar Desa Lebak bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum dan Studi Kebijakan Publik (LBH Sikap) Banten menggelar pelatihan Paralegal tahap II. Pelatihan mengangkat tema “Paralegal sebagai upaya pencegahan pelanggaran hukum untuk mewujudkan masyarakat yang sadar hukum dan taat hukum” itu, dilaksanakan di salah satu hotel di Kabupaten Pandeglang, 4 hingga 6 September 2019.

Ketua PPSDM Damar Desa Lebak, Iman Sampurna mengatakan, pelatihan Paralegal sudah dilaksanakan untuk kedua kalinya. Peserta pelatihan Paralegal berjumlah 105 orang peserta, terdiri dari masyarakat dan para perangkat desa di Kabupaten Lebak. “Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, dari 4 hingga 6 September 2019,” kata Iman Sampurna, Jumat (6/9/2019).

Menurut dia, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme pelayanan para aparatur pemerintah desa kepada masyarakat serta memberikan wawasan hukum dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di desanya masing-masing.

“Desa sebagai struktur organisasi pemerintahan menjadi garda terdepan pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, kemampuan dan kapasitas aparatur pemerintah desa memegang peranan yang sangat penting. Aparatur desa dituntut untuk memiliki perhatian dan tanggung jawab terhadap masyarakat desa,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, aparatur pemerintah desa juga diharapkan mampu mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Dimana, desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul/ hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.

Merata hingga desa

Sementara, Ketua LBH Sikap Banten Acep Saepudin mengatakan, dengan diadakan pelatihan ini diharapkan pemahaman akan hukum semakin terbuka lebar. “Saya ingin pemahaman semacam itu bukan hanya untuk masyarakat kota saja. Tetapi merata ke masyarakat desa. Sehingga, para peserta mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat tanpa harus dibawa ke ranah pengadilan atau non Litigas,” ucapnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Ahmad (29) sangat mengapresiasi atas inisiator dan ide yang cemerlang khususnya untuk generasi muda saat ini. “Dengan adanya pelatihan Pararegal yang digelar Damar Desa mengangkat soal Paralegal. Tentu saya dan kawan-kawan sedikit mengerti dasar hukum, sehingga kita juga nanti ketika pulang ke desanya masing-masing dapat menyosialisasikan kembali kepada masyarakat, terutama kepada generasi milenial,” tuturnya. (Galuh Malpiana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here