Pelatda PON XX Papua, Dayung Banten Tempa Kecepatan

Atlet Dayung Banten mulai melakukan latihan program Pelatda PON 2020.*

SERANG, (KB).- Tim dayung Banten fokus melakukan penempaan pada kecepatan atlet, pada program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XX Papua. Program peningkatan kecepatan tersebut, sudah mulai difokuskan oleh tim pelatih dayung Banten, sejak awal Maret ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Banten Ahmad Yaman, pada program latihan harian selama tiga bulan awal ini. Terlebih memasuki triwulan terakhir, akan memfokuskan kecepatan mendayung.

“Setelah di bulan awal tahun menekankan fokus khusus untuk mematangkan daya tahan kekuatan dan power secara maksimal, kemudian di Maret sudah saatnya meningkatkan kecepatan atlet dalam mendayung,” ucapnya, Kamis (4/3/2020).

Masih pada tahap persiapan umum, dia menuturkan, program latihan atletnya bukan menjadi beban, justru menjadi hiburan dan kebutuhan.

“Kami semua sudah memberikan pemahaman, bahwa dalam program Pelatda ini jangan sama sekali dijadikan beban, tapi dijadikan sebagai sumber kebutuhan, layaknya makan sehari-hari, sehingga apabila melewati hal tersebut, atlet kami, bahkan tim pelatih atau pengurus merasa ada sesuatu yang hilang dari kami,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya selalu menyempatkan beberapa waktu dalam Pelatda untuk berkumpul ria bersama. Meskipun hanya sekadar makan-makan saja.

“Bukan hanya latihan bersama terus menerus, tapi diselingi pula dengan bacakan atau kumpul masak-masak sampai makan bareng, sehingga tingkat kejenuhan atlet kami atau pengurus kami sampai tak ada, juga dapat meningkatkan kerja sama tim dan emosional kami,” ucapnya.

Ia berharap, setelah tahap kecepatan mendayung tersebut, selesai di akhir Maret. Ia akan masuk pada tahapan persiapan khusus pada April sampai tiga bulan ke depan.

“Kami akan masih bertahan di persiapan umum jika dirasa masih kurang, dengan muatan latihan daya tahan kekuatan dan kecepatan. Kalau latihan running selama sejam juga belum ampuh berdampak pada atlet kami. Ya semoga program yang diterapkan masih terus efektif,” tuturnya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here