Pelatda PON Angkat Besi, Rizki Juniansyah Alami Peningkatan Signifikan

SERANG, (KB).- Lifter Banten Rizki Juniansyah alami peningkatan signifikan, selama menjalani program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua.

Hal itu karena sejak akhir tahun 2019 Rizki bergabung dalam Pemusatan latihan daerah (Pelatnas) Angkat Besi dalam persiapan menuju Olimpiade 2020 di daerah Kweni, Senen, Jakarta Pusat.

Dampak berlatih bersama pilar timnas angkat besi Indonesia dikemukakan pelatih angkat besi Banten M. Yasin sangat positif, karena dari sisi power dan otot, Rizki mengalami peningkatan yang signifikan.

“Terutama sejak di Pelatnas ditangani (pelatih) sc (strengt condition) dari Australia, peningkatannya cukup bagus dan mulus. Saat latihan peningkatan Rizki terlihat sekali. Memang soal angkatan Rizki belum bisa melihat data pastinya, tapi dari angkatan selama latihan itu mulus-mulus aja dan persentase angkatan juga bagus di atas 85 persen,” ucap Yasin yang juga ayah dari Rizki.

Yasin mengungkapkan, grafik tersebut karena selama ini dirinya rutin memantau latihan Rizki di Pelatnas. Sehingga secara periodik dirinya tahu apa saja yang sudah dilakukan dan dicapai lifter Banten tersebut.

Sementara terkait materi latihan di Pelatnas, Yasin meyakini Rizki mendapat yang terbaik. Apalagi, lanjut Yasin, materi yang diberikan kepada Rizki adalah materi untuk tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Sehingga kebutuhan Rizki dipenuhi oleh Pelatnas agar penampilannya bisa maksimal.

Meski saat ini diakui Yasin keinginan untuk bisa tampil di Olimpiade masih terganjal virus corona, karena beberapa kejuaraan yang merupakan kualifikasi olimpiade dibatalkan. Tapi metode latihan yang diberikan sama dengan persiapan menghadapi Olimpiade.

Yasin mengungkapkan, sejauh ini pihaknya hanya khawatir soal kejenuhan yang dialami Rizki dan atlet pelatnas lainnya karena rutinitas latihan. Sejak wabah virus corona merebak, Pelatnas angkat besi rutin menggelar latihan 5 hari dalam sepekan dan melakukan sistem lockdown dalam berlatih.

“Tidak ada uji coba, tidak bisa mengikuti kejuaraan-kejuaraan. Kalau ini berlangsung lama saya khawatir mental tanding atlet akan terpengaruh. PB PABBSI harus menemukan cara untuk mengatasi ini,” tuturnya. (YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here