Pelaku Pembunuhan di Waringinkurung Mulai Terungkap

SERANG, (KB).- Pelaku pembunuhan di Kampung Gegeneng Desa Suka Dalem, Kecamatan Waringinkurung, mulai terungkap. Dari pendalaman bukti-bukti, aparat kepolisian sudah mengantongi beberapa nama yang diduga menjadi pelaku yang menewaskan Rustadi (37), dan Alwi (4) serta Siti Sadiyah (25) yang kritis.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Banten, Kombes Novri Turangga mengatakan, meskipun sudah ada beberapa nama yang diduga menjadi pelaku, pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan. Hal ini dilakukan agar tidak lemah dalam pembuktian.

“Kita sudah mengetahui, cuman saya sampaikan bahwa kita sedang melengkapi bukti bukti dulu, kalau nama sudah jelas, ya siapa pelakunya,” ujarnya, Senin (19/8/2019).

Berkaitan dengan nama nama yang telah dikantonginya, kata dia ada dua kemungkinan, yang satu itu baru dapat satu nama, sedangkan kelompok yang satu lagi dua namanya sudah diketahui. “Tapi kita masih melengkapi, jadi kelompok yang mana sesungguhnya pelaku,” katanya.

Namun ia menyampaikan salah satu korban pembantaian yang selamat saat ini kondisinya sudah membaik daripada saat awal kejadian. Mudah – mudahan, ia berharap korban bisa pulih kembali sehingga bisa membantu dalam proses penyidikan.

“Cuma korban masih dalaam keadaan syok, malah sampai sekarang belum bisa ambil keterangan secara resmi, masih bahasa bahasa isyarat, jadi belum saatnya dia kita ambil keterangan secara utuh, harus kita yang menyesuaikan dia,” ucapnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini sudah ada 12 saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Menurutnya, ada beberapa tetanga yang diduga sebagai pelaku. “Saksi itu ada beberapa tetangga yang diduga pelaku,” katanya.

Baca Juga : Pelaku Menggunakan Topeng, Pembunuhan di Waringinkurung Diduga Dendam

Diketahui sebelumnya, satu keluarga yakni Rustadi (32), Siti Saadiah (25) dan anaknya Alwi (4) warga Kampung Gegeneng, Rt 01/01, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang diduga menjadi korban pembantaian, Selasa (13/8/2019).

Orang tua istri korban Sayuri mengatakan, korban saat itu diketahui sudah terkapar dan berlumuran darah oleh salah seorang rekan kerja korban sesama profesi sebagai kuli bangunan. Saat itu teman korban hendak ke rumah korban untuk mengambil peralatan pekerjaan bangunan, namun saat hendak mengetuk pintu teman korban mendapati pintu rumah korban dalam keadaan terbuka dan saksi mencium bau amis.

Kemudian saksi masuk ke dalam rumah korban, dan didalam melihat korban Rustadi dan anaknya Alwi (4) terkapar dan tidak bernyawa. Sedangkan istri korban, Siti Saadiah masih hidup, namun dalam keadaan luka berat di bagian tangan dan wajah.

Istri korban yang masih hidup langsung di Evakuasi ke Rumah Sakit Panggungrawi Cilegon. Sedangkan dua orang korban meninggal dunia dilarikan ke RSDP Serang.

“Kejadianya jam 03.00 pagi, tapi ketahuannya jam 7 pagi sama orang kerja, sama temannya yang mau ngambil alat, anak sayanya kan kerja disini (bekerja sebagai kuli bangunan di dekat rumahnya-red), pas kelihatan pada ngegeletak tiga-tiganya,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here