Pelaksanaan Program BPNT, Tatu Harap Berdayakan Petani Lokal

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat dapat turut memberdayakan petani di Kabupaten Serang.

Hal itu dengan cara barang kebutuhan untuk program tersebut seperti beras dan telur dapat disuplai dari para petani lokal. Menurut Tatu, pihaknya juga telah meminta Kemensos untuk dapat memanfaatkan beras dari petani lokal sebagai penyedia di program tersebut.

Pemkab juga telah menyiapkan beras yang nantinya dibutuhkan untuk diberikan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selain itu juga diharapkan dapat memanfaatkan telur yang berasal dari peternak di Kabupaten Serang.

“Dari Pemda meminta kami ingin memberdayakan petani Kabupaten Serang. Kemudian tuler juga minta untuk di suplai dari peternak Kabupaten Serang,” ujar Tatu kepada Kabar Banten, Senin (15/7/2019).

Tatu mengatakan, untuk teknis pemilihan penyedia bahan beras dan telur akan ditentukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Sementara Pemkab tidak dapat menunjuk penyedia yang akan disiapkan di program BPNT.

“Untuk penyedia di aturan teknisnya ditentukan Kemensos bukan dari Pemda. Itu ditunjuk Kemensos jadi bukan Pemda yang menunjuk,” tuturnya.

Untuk pelaksanaan program BPNT, kata Tatu, pihaknya masih menunggu progres BPNT, namun saat ini untuk persiapan program tersebut sudah dianggarkan. Pelaksanaan serta teknis rencana program BPNT masih ditangani oleh Dinsos Kabupaten Serang.

Saat ini Kabupaten Serang juga sudah menyiapkan sekitar 200 elektronik warung gotong royong (E-warong) untuk menjual bahan kebutuhan BPNT bagi KPM.

“Kami masih menunggu progres BPNT seperti apa. Jadi saya belum tahu sudah sampai mana progresnya. Sebab itu ranahnya ada di Dinsos,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinsos Kabupaten Serang Ahmad Saepudin menjelaskan, untuk program BPNT saat ini pihaknya sudah tidak menerima dari Bulog lagi. Melainkan dari perusahaan atau CV yang menyediakan sembako dan nantinya disalurkan kepada e-warong. Setalah itu e-warong memberikan kepada KPM.

“Yang akan bekerjasama dengan e-warong itu dari perusahaan bukan Bulog. Perusahaan melapor dan kemudian kami akan memgecek,” kata Saepudin.

Dia menuturkan, untuk perusahaan yang ingin menjadi penyedia sembako, persyaratannya harus melakukan kerjasama atau Mou dengan e-warong. Selain itu persyaratannya juga harus sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan oleh Kemensos RI. Sebab pusat juga yang akan melakukan pengecekan langsung. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here