Pelaksanaan Program BPNT di Kabupaten Serang Ditunda

SERANG, (KB).- Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang sebelumnya direncanakan akan dimulai Juni 2019 di Kabupaten Serang ditunda.

Hal tersebut, karena untuk program Pemerintah Pusat yang menggantikan program beras sejahtera (Rastra) tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang masih melakukan penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Lingkungan Kumuh dan Bantuan Stimulan Dinsos Kabupaten Serang Siti Aminah menjelaskan, program BPNT sebelumnya direncanakan akan berjalan bulan lalu.

Namun, hal tersebut, belum dapat dilaksanakan, sebab masih terdapat beberapa proses yang belum diselesaikan. Salah satunya soal penyerahan KKS kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kami hari ini (kemarin) masih proses penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” katanya kepada wartawan, Selasa (2/7/2019).

Ia menuturkan, untuk penyaluran KKS saat ini sudah berjalan di delapan kecamatan dan penyalurannya rata-rata dilakukan hingga malam hari. Sehingga, setelah KKS dibagikan kepada KPM, kemudian pihak Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama (E-Warong) melakukan komunikasi dengan suplaiernya masing-masing untuk pembuatan PO.

Maka, diprediksi program BPNT akan dimulai bulan ini atau dalam waktu dekat sudah ada penyerapan.

“Baru delapan kecamatan itupun belum terbagi semua, karena ada KPM yang meninggal. Kemudian, ada juga yang tidak bisa diwakilkan, karena sedang pergi orangnya. Birokrasi di bank kan tidak bisa diwakilkan,” ujarnya.

Ia menuturkan, rata-rata per hari sekitar 600-800 KKS dibagikan untuk per kecamatan. KPM BPNT merupakan KPM yang berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan non-PKH.

Sementara, untuk KPM PKH tidak diberikan KKS, karena mereka sudah memiliki KKS kombo yang diberikan langsung oleh Pemerintah Pusat. Namun, untuk pembagian atau total KPM PKH yang akan menerima bantuan program BPNT, dia belum mengetahui lebih detail.

“Untuk PKH tidak harus memiliki KKS, karena mereka sudah memiliki KKS kombo. Namun, untuk jumlah KPM PKH belum ada datanya, karena saya sedang di luar. Setiap kecamatan beda-beda,” tuturnya.

Ia berharap, secara otomtis pembagian KKS bisa segera terverifikasi data-datanya. Setelah KKS dibagikan E-Warong dapat menyalurkan secara maksimal, sehingga serapan untuk program BPNT setidaknya berjalan dengan baik.

“Selain itu, juga mudah-mudahan beras dan telur yang dibagikan untuk KPM memiliki kualitas yang baik,” ucapnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here