Hadapi Arus Mudik Pelabuhan Merak Banten-Bakauheni Lampung, 40% Kapal Belum Uji Kelaikan

CILEGON, (KB).- Sebanyak 40 persen kapal motor penumpang (KMP) yang melayani Penyeberangan Pelabuhan Merak Banten – Bakauheni Lampung belum dilakukan ramp check atau uji petik kelaiklautan kapal. Padahal, biasanya pengecekan kesiapan kondisi kapal tersebut, dilakukan menjelang Ramadan, untuk mempersiapkan seluruh kapal yang akan digunakan melayani mudik lebaran Penyeberangan Pelabuhan Merak Banten – Bakauheni Lampung.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak Thomas Candra mengatakan, hingga saat ini baru sekitar 60 persen kapal telah dilakukan ramp check yang beroperasi di Pelabuhan Merak.  “Kami sekarang sudah 60 persen yang telah selesai di ramp check. Sisanya terus kami lakukan pengujian. Ini kan memang secara rutin dilakukan untuk mempersiapkan kelaikan kapal jelang mudik lebaran,” ujarnya saat ditemui di Kantor KSOP Merak, Selasa (23/5/2017).

Ia menuturkan, dalam pemeriksaan yang dilakukannya, memang ada beberapa kapal yang memiliki kekurangan. Maka dari itu, kekurangan tersebut langsung disampaikan kepada pengurus kapal untuk segera diperbaiki. “Jadi sambil ramp check, kami juga langsung menyampaikan apa saja yang harus diperbaiki dan dilengkapi,” katanya.

Menurut dia, meski masih tersisa sekitar 40 persen atau sekitar 20 kapal yang belum di-ramp check, namun ia memastikan seluruh kapal telah rampung di ramp check pada pekan pertama Ramadan nanti. Alasannya, pemeriksaan tersebut dibantu oleh KSOP Panjang. “Kan bukan cuma kami yang melakukan ramp check, di Panjang juga ngecek itu. Mereka juga kan berkewajiban melaporkan ke kami hasil ramp check,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Merak Harno Trimadi mengatakan, untuk kapal penumpang ram check harus dilakukan kepada semua unsur, seperti pengecekan mesin, hingga alat keselamatan. “Ramp check itu kan untuk satu kapal saja butuh waktu. Tapi jika dilakukan dari sekarang kan paling tidak ada waktu untuk memperbaiki atau melengkapi, sebelum digunakan untuk arus mudik lebaran Penyeberangan Pelabuhan Merak Banten – Bakauheni Lampung ,” tutur Harno. (H-43)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here