Pekan Pertama Februari 2020, Wilayah Banten Diguncang Gempa 12 kali

SERANG, (KB).- Pekan pertama bulan Februari 2020, BMKG mencatat di wilayah Banten dan sekitarnya telah terjadi gempa bumi tektonik sebanyak dua belas kali. Ada pun rinciannya, 4 kejadian gempabumi terjadi pada tanggal 31 Januari 2020, 3 kejadian pada tanggal 1 dan 5 Februari, dan 1 kejadian pada tanggal 3 dan 6 Februari 2020.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tangerang Suwardi menjelaskan, hasil analisa yang dilakukan pihaknya menunjukkan bahwa kekuatan gempa bumi yang terjadi bervariasi, mulai dari magnetudo (M) 1,8 hingga M 4,4 dengan kedalaman 1 kilometer hingga 750 kilometer.

“Sebaran pusat gempa bumi (episenter) umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat,” katanya, Selasa (11/2/2020).

Gempa bumi dengan kekuatan 3 ≤ M ≤ 5 dominan terjadi sekitar 58 persen atau 7 kejadian, diikuti gempa bumi dengan kekuatan M < 3 sebesar 42 persen atau 5 kejadian, serta tidak ada gempabumi dengan M > 5.

“Pada periode 31 Januari hingga 6 Februari 2020 tidak ada laporan gempabumi dirasakan. 67 persen atau 8 kejadian gempa bumi terjadi pada kedalaman dangkal (h<60 km), 25 persen (3 kejadian). Gempa bumi terjadi di kedalaman menengah (60≤h<300 km) dan 8 persen (1 kejadian) pada kedalaman dalam (h≥300 km),” ujarnya.

Ia mengatakan, kesiapsiagaan harus selalu menjadi prioritas meskipun pada periode ini aktifitas kegempaan relatif lebih rendah dibanding pekan yang lalu. Tahun lalu pada awal tahun telah terjadi 23 kejadian gempa bumi. Maka, semua pihak termasuk masyarakat harus selalu siap, mengingat Banten dan sekitarnya berada di jalur kegempaan yang cukup aktif.

Gempa bumi yang berpotensi menyebabkan kerusakkan di Provinsi Banten dan sekitarnya bersumber dari sekitar Selat Sunda, yaitu sesar Ujung Kulon, Zona Megatrust selatan Banten serta sesar Semangko.

“Mari kita jaga bersama infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah seperti tempat dan rambu-rambu evakuasi, alat-alat pendeteksi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang ada di sekitar tempat tinggal kita,” ucapnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here