Pejabat Pemprov Bayar Zakat di Konter Baznas Banten

SERANG, (KB).-  Sejumlah pejabat Pemprov Banten membayar zakat di konter Baznas pada acara “Gebyar Zakat” 2019 di Masjid Raya Albantani Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu  (22/05/2019).

Di antara pejabat yang membayar zakat di konter Baznas Banten adalah Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten Ino S Rawita, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten A Bazari Syam, dan Ketua MUI Banten AM Romly.

Ketua Baznas Banten Suparman Usman mengatakan “Gebyar Zakat” ini dilaksanakan Baznas Provinsi Banten. Menurut dia, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi zakat.

Selain itu, “Gebyar Zakat juga dimaksudkan untuk memudahkan Aparatur Sipil Negera (ASN)  Pemprov Banten dalam menunaikan zakatnya. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini penghimpunan zakat di lingkungan Pemprov Banten bisa lebih meningkat” katanya.

Suparman mengajak kepada para pejabat di lingkungan Pemprov Banten dan seluruh ASN untuk bersama-sama memberikan teladan dan menunaikan kewajiban membayar zakatnya ke lembaga resmi sesuai dengan peundang-undangan yang berlaku. 

Pada bagian lain ia menjelaskan potensi zakat di Banten senilai Rp 5 triliun dan baru 1 persen yang bisa dihimpun. “Perolehan 1 persen itu bukan karena masyarakat tidak membayar     zakat namun masih banyak yang membayar zakat tidak melalui lembaga resmi seperti Baznas,” katanya.

Menurut Suparman target penghimpunan zakat untuk Baznas Provinsi Banten pada 2019 senilai Rp 8 miliar. Target ini meningkat dari tahun 2018 yang nilai mencapai Rp 7 miliar.

“Jadi, kenaikan targetnya untuk tahun ini sebesar 10 persen,” katanya.

Sementara itu Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten Ino S Rawita mengatakan untuk meningkatkan perolehan zakat di lingkungan Pemprov Banten, Gubernur Banten Wahidin Halim sudah mengeluarkan surat edaran.

Menurut Ino kebijakan tersebut adalah bagian dari upaya persuasif pemprov kepada para ASN agar menunaikan kewajiban membayar zakatnya. Ino menjelaskan potensi zakat di lingkungan pemprov sekitar Rp 35 miliar.

Untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat di lingkungan Pemprov Banten ini, menurut Ino, diperlukan sosialisasi dari Baznas Banten ke setiap kantor di lingkungan pemprov.

“Kan masih banyak ASN yang membayar zakatnya tidak melalui lembaga resmi. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang optimal,” katanya.

Di sela-sela kegiatan  ”Gebyar Zakat” ini, Baznas Banten meluncurkan layanan  zakat digital. Program yang dikerjasamakan  dengan platform “Link Aja” ini ditujukan untuk memudahkan     masyarakat menunaikan zakat dan infaknya melalui kode QR. Program  tersebut langsung diuji coba Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita.(Sutisna)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here