Minggu, 23 September 2018
Kepala Inspektorat Kota Cilegon Epud Saepudin, Asisten Daerah I Pemkot Cilegon Taufiqurrahman, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon Bukhori tampak hadir di Pengadilan Tipikor Serang, Kamis (22/2/2018).*

Pejabat Pemkot Cilegon Penuhi Sidang Iman

SERANG, (KB).- Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memenuhi ruang persidangan kasus dugaan suap rekomendasi amdal Mal Transmart, yang mengadili Wali Kota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi, di Pengadilan Tipikor Serang, Kamis (22/2/2018). Pantauan Kabar Banten, persidangan yang mengadili Iman, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon nonaktif, Ahmad Dita Prawira dan politisi dari DPD Partai Golkar Kota Cilegon, Hendri, dimulai sekitar pukul 11.20.

Sejumlah pejabat yang tampak hadir tersebut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) sekaligus kakak kandung Iman, Ratu Ati Marliati, Kepala Asisten Daerah (Asda) I Taufiqurrahman, Asisten Daerah (Asda) II Beatri Noviana, Kepala Inspektorat, Epud Saepudin, adalah Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Abadiah.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Andi Afandi, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Bukhori, Kepala Dinas Pariwisata, Heri Mardiana, Kabid Pelayanan Perizinan dan non Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT), Tunggul Simanjuntak, Camat Cilegon Zainal Musadad, Sekretaris Camat Cibeber M. Hatta dan pejabat pemkot lainnya.

Selain pejabat Pemkot Cilegon, persidangan tersebut juga dihadiri mantan Ketua DPRD Kota Cilegon sekaligus Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) Arief Rivai Madawi.
Kepala Disnaker Kota Cilegon, Bukhori ketika dikonfirmasi terkait kehadirannya tersebut tidak menampik untuk memantau proses persidangan terhadap atasannya dan koleganya, Dita Prawira. “Mau apalagi (selain mantau sidang),” ujarnya singkat.

Hadirkan 4 saksi

Sementara itu, pada persidangan tersebut, JPU KPK yang diketuai Haerudin, menghadirkan empat orang saksi. Keempatnya ialah Manager Legal PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Eka Wandoro Dahlan, Project Manager PT Brantas Abipraya (BA) Bayu Dwinanto Utomo, ajudan Iman Firman dan Senior General Manager PT Trans Retail Indonesia (TRI) Herman Budi Susilo.

Dalam kesaksiannya, Eka mengatakan telah diutus oleh direksi PT KIEC untuk membantu mengurus perizinan pembangunan Mall Transmart tersebut pada Juni 2017. Tugasnya adalah membantu menyiapkan dokumen yang menjadi persyaratan keluarnya perizinan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Cilegon dan DBPTPM Kota Cilegon. “Kami hanya menyiapkan dokumen beberapa saja untuk diserahkan kepada PT Brantas yang mengurus izinnya,” katanya di hadapan Ketua Majelis Hakim Efiyanto.

Ia menuturkan, secara administrasi dokumen dari PT KIEC sudah memenuhi persyaratan. Namun, proses perizinan pembangunan mal tersebut terganjal karena rekomendasi amdal dari BLH Kota Cilegon belum didapat PT BA. “Masih belum dapat rekomendasi amdal, untuk memperoleh izin lingkungan,” tuturnya. Belum keluarnya rekomendasi amdal tersebut, kata Eka, membuat Hendri menawarkan jasanya untuk mengurus perizinan.

Hendri meyakinkannya bahwa dia bisa mengurus perizinan karena mengenal dekat Iman. “Ya sudah saya bisa masuk di sana (ngurus izin),” kata Eka menirukan percakapan Hendri. Tak lama setelah komunikasi tersebut, Hendri kemudian menemuinya dan menyampaikan pesan dari Iman bahwa orang nomor satu di Kota Cilegon tersebut meminta uang Rp 2,5 miliar. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Bayu. “Pak Wali minta 2,5 (Rp 2,5 miliar),” katanya.

Bayu yang ada dalam pertemuan tersebut mengatakan kepada Hendri bahwa pihaknya hanya menyanggupi Rp 800 juta. Uang tersebut telah disiapkan PT BA untuk mengurus perizinan. “Pak Bayu sampaikan enggak ada (Rp 2,5 miliar), kami menyiapkan 800 (Rp 800 juta),” ucapnya menirukan perkataan Bayu. Awal September 2017, Hendri meneleponnya. Dia menyampaikan pesan bahwa Iman menurunkan permintaan uang Rp 2,5 miliar menjadi Rp 1,5 miliar. Pemberian uang tersebut diberikan sebagai sponsorship untuk Cilegon United (CU). “Tanggal 15 (September 2017) setelah rapat direksi, Pak Doni (Direktur Utama PT KIEC) sudah sepakat membantu CU Rp 700 juta sebagai sponsorship,” tuturnya. (FI)***


Sekilas Info

47 Desa di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan

SERANG, (KB).- Sebanyak 47 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Serang kesulitan mendapatkan air bersih, karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *