Pegiat Lingkungan Gelar Aksi Pungut Sampah

Para pegiat lingkungan di Kecamatan Tirtayasa saat melakukan aksi pungut sampah dapam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Sabtu (24/2/2018).*

Pegiat lingkungan di Kecamatan Tirtayasa melakukan aksi pungut sampah di bantaran pantai dan empang di Desa Lontar, Sabtu (24/2/2018). Hal tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program nasional bebas sampah 2020. Ketua Lembaga Kemasyarakatan Riung Hijau, Anton Susilo mengatakan, bebas sampah 2020 merupakan program untuk Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Oleh karena itu, pihaknya bersama pegiat lingkungan lainnya melakukan kegiatan pungut sampah tersebut. “Pertama kali di Banten ada deklarasi tentang 2020 bebas sampah. Kami lakukan kegiatan pungut sampah dan itu kegiatan nasional,” katanya kepada Kabar Banten di lokasi.

Ia menuturkan, tanggung jawab terkait sampah harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa hanya dilakukan pegiat lingkungan atau dinas terkait saja. Untuk mendukung bebas sampah 2020, maka Kabupaten Serang harus bersama-sama melakukan aksi tersebut. ”Bebas sampah rencananya 2020 untuk Indonesia di Kabupaten Serang bergerak bersama untuk berdeklarasi, bahwa kami bebas sampah,” ujarnya.

Menurut dia, langkah pertama untuk mendukung program tersebut, yakni dengan mengampanyekan kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan. Kedua, pihaknya mendorong kepada Pemerintah Kabupaten Serang untuk menyediakan kendaraan di wilayah Serang Utara. “Sosialisasi tadi, sekaligus deklarasi,” ucapnya.

Selama ini, tutur dia, berdasarkan pengamatannya, Pemkab Serang masih kurang gereget dalam menangani masalah persampahan. “Dari dinas kurang gereget menangani sampah, makanya kami dari masyarakat dan organisasi pegiat lingkungan dikumpulkan,” katanya.

Sementara, Ketua Pelaksana Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Ahmad Muhajir mengatakan, bebas sampah 2020 merupakan salah satu nawacita Presiden Joko widodo. Oleh karena itu, kini untuk mencapai program tersebut telah dikuatkan lagi dengan adanya perda bupati tahun 2017 .

“Dalam perda itu ditugaskan pada unsur muspika, bahwa di desa harus ada tugas Jumat Bersih. Makanya, (aksi pungut sampah) ini sebagai penyemangat dari program Jumat Bersih di kecamatan dan desa, nantinya program ini diharapkan bisa disinergikan dengan organisasi maupun pemerintahan,” ujarnya.

Terkait sampah di pesisir pantai, menurut dia, memang masih banyak dan terdapat berbagai jenis sampah mulai dari sampah domestik hingga limbah yang kasat mata. “Limbah yang ada di perusahaan semuanya mengalir di pantai kami, khususnya di Tengkurak dan Pontang,” ucapnya.

Untuk sementara dalam aksi tersebut, yang telah dibersihkan, yaitu sampah rumahan. Aksi tersebut juga didukung pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang dengan menyediakan seunit armada pengangkut sampah. (Dindin Hasanudin)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here