Jumat, 19 Oktober 2018
Pegawai Untirta Dilatih Tanggulangi Kebakaran
Pegawai untirta dilatih tanggulangi kebakaran

Pegawai Untirta Dilatih Tanggulangi Kebakaran

PIHAK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang menggelar latihan penanggulangan kebakaran, di Auditorium Untirta Serang, Sabtu (9/12/2017). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam penanganan bencana kebakaran serta memberikan ilmu untuk bisa menangani atau menanggulangi bencana kebakaran di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut diikuti bagian keperawatan Untirta, teknisi Untirta, dan satuan pengamanan.

“Walaupun tidak pernah terjadi kebakaran di Lingkungan Kampus Untirta, tetapi pelatihan ini sangat penting untuk mengantisipasi. Tenaga lapangan, satuan pengamanan, teknisi lapangan, pengelola gedung, para kasubag umum di lingkungan fakultas untuk sigap dan tanggap untuk memadamkan saat kebakaran serta mengamankan aset-aset Untirta dari kebakaran,” katanya seusai acara.

Kasubag Rumah Tangga BUKK Untirta, Raudotul mengatakan, peristiwa kebakaran dapat terjadi kapanpun dan di manapun. Sebab, tidak ada ruang atau lingkungan yang terbebas dari risiko kebakaran terutama di Lingkungan Kampus Untirta. “Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan keahlian teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Lingkungan Kampus Untirta. Antisipasi kebakaran dari titik awal sangat penting, agar tenaga lapangan, satuan pengamanan teknisi lapangan, dan pengelola gedung bisa menanggulangi kebakaran sejak dini,” ujarnya.

Ia menuturkan, pelatihan tersebut penting dan harus diingat untuk mencegah terjadinya kebakaran dan mempersiapkan alat serta mengetahui cara memadamkan api dan kewaspadaan. “Peserta diarahkan dan diberi materi, selanjutnya mengikuti latihan di lapangan. Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada para tenaga yang bekerja di Lingkungan Kampus Untirta. Untuk mengantisipasi dan meningkatakan kewaspadaan,” ucapnya.

Kabid Pemadam kebakaran BPBD Kabupaten Serang, Tubagus Mafthui menjelaskan, lingkungan kampus masuk dalam area yang rawan kebakaran. Gedung yang tinggi serta banyaknya penghuni kampus merupakan salah satu faktor penyebab kebakaran. Namun, menurut dia, yang lebih rawan sikap tidak peduli terhadap terjadinya kebakaran.

“Hari ini, melakukan pelatihan yang diikuti para pegawai. Materi pembelajaran teori dan teknik untuk mengadamkan api. Sebetulnya, mereka juga sudah mandiri bagaimana mengantisipasi untuk memadamkan api. Setelah itu, memberikan pemahaman bagaimana untuk bisa memberikan pertolongan untuk terjadinya kebakaran dan kewaspadaan, bahwa kebakaran selalu mengintai dan harus tetap waspada,” tuturnya. (DE)***


Sekilas Info

SMK Pembangkit Listrik Pertama Di Banten Ada Di Tangsel

TANGERANG, (KB).- Pertama di Provinsi Banten, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) teknik pembangkit tenaga listrik berdiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *