Pegawai Diminta Contoh Ki Hajar Dewantara

TANGERANG, (KB).- Pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang diminta untuk mencontoh Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing Madya Mangun Karso, Ing Ngarso Sung Tulodo, dan Tut Wuri Handayani dalam melayani masyarakat. “Implementasikan ajaran tokoh nasional Ki Hajar Dewantara dalam melayani masyarakat terutama di wilayah, minimal senyum dulu kalau ngehadapin warga,” kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di Balai Kota, Senin (4/9/2017).

Sebagai pelayan masyarakat, lanjut dia, pegawai harus mampu menjadi contoh dan teladan yang baik. Aparat juga harus mampu membangkitkan semangat dan memberi motivasi dan selain itu juga harus mampu memberikan dorongan bagi masyarakatnya. “Pelayan masyarakat harus bisa jadi teladan, harus bisa kasih motivasi dan juga bisa mendorong warga masyarakatnya untuk aktif berbuat bagi kotanya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN), dia mengungkapkan, jika hal tersebut merupakan salah satu cara yang dilakukan pemkot untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan yang dibutuhkan masyarakat melalui kelurahan dan kecamatan. “Sekarang pelayanan sudah banyak di-online-kan dan sudah didelegasikan ke wilayah beberapa kewenangan biar tidak numpuk di dinas. Supaya apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa cepat dilayani dan diselesaikan,” ucapnya.

Adapun layanan yang bisa diakses di tingkat kecamatan dan kelurahan, antara lain pelayanan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), termasuk pelayanan perizinan, seperti izin usaha satu pendidikan dasar (IUSPD). Selain itu, surat izin usaha perdagangan (SIUP) skala mikro, izin usaha mikro kecil (IUMK), dan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk bangunan sampai dengan 70 meter persegi, dapat diurus di kantor kecamatan tanpa harus datang jauh-jauh ke kantor perizinan. Bahkan, untuk mempercepat proses pengangkutan sampah di setiap kelurahan juga sudah mempunyai truk dan bentor (becak motor) yang melayani masyarakat langsung.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri menambahkan, tujuan dari pelayanan yang paripurna kepada masyarakat adalah, agar masyarakat mau untuk melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan Kota Tangerang. “Kalau misalnya lurah turun tangan langsung mengantarkan PBB warga, mudah-mudahan kan yang lain langsung inisiatif bayar sendiri PBB-nya tanpa harus disuruh lagi,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Tangerang telah melakukan desentralisasi pelayanan publik lewat PATEN. Dengan diterapkannya desentralisasi pelayanan publik tersebut, diharapakan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan publik di Kota Tangerang. Selain tentunya bisa mempercepat pelayanan yang sebelumnya terpaku di pusat pemerintahan. “Dengan desentralisasi pelayanan publik tersebut, masyarakat bisa mendapatkan berbagai pelayanan publik di tingkat kecamatan ataupun kelurahan,” katanya. (H-36)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here