Peduli Pendidikan Korban Tsunami Selat Sunda, XMOC Banten Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah

SERANG, (KB).- Komunitas otomotif Xpander Mitsubishi Owner Club (XMOC) Indonesia Banten mengelar bakti sosial “XMOC Banten Peduli Pendidikan korban tsunami Selat Sunda di Banten”, Sabtu (2/2/2019), di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Dalam kegiatan tersebut, XMOC Banten menyalurkan bantuan berupa peralatan sekolah untuk 70 orang siswa 3 sekolah dasar yang terdampak tsunami Selat Sunda. Ketiga sekolah tersebut adalah SDN Pasauran 2, SD Karang Bolong, dan SDN Bulakan Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) XMOC Indonesia Banten Rona Apriyana mengatakan, XMOC Indonesia melalui pengda Banten untuk ketiga kalinya kembali menyalurkan bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda di Banten.

“XMOC Indonesia menyalurkan bantuan peralatan sekolah untuk 70 orang siswa korban tsunami Selat Sunda di Kecamatan Cinangka. Siswa tersebut berasal dari 3 sekolah dasar yaitu SDN Pasauran 2, SD Karang Bolong, dan SDN Bulakan Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang,” ujarnya.

Rona mengatakan, pihaknya berharap bantuan tersebut dapat memicu semangat belajar adik-adik korban tsunami. Selain itu, pihaknya mendukung #BantenBangkit pascabencana tsunami Selat Sunda di Provinsi Banten. “Semoga masyarakat yang terdampak tsunami Selat Sunda cepat bangkit dan pariwisata di Provinsi Banten cepat pulih kembali,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Sekolah Dasar Negeri Pasauran 2 Samsuri M.Pd mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas kepedulian XMOC Indonesia terhadap siswa-siswa yang menjadi korban tsunami Selat Sunda. “Semoga kunjungan dan bantuan yang diberikan bisa memacu semangat para siswa,” ujarnya.

Ia mengatakan, pascabencana tsunami siswa kelas satu dan dua SDN Pasauran 2 masih merasakan trauma hingga para siswa tersebut selalu dijemput orangtuanya ketika jam sekolah telah selesai. “SDN Pasauran 2, meskipun jaraknya sekitar 15 meter dari bibir pantai, Alhamdulillah bangunan sekolah tidak mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun, pascabencana tsunami tersebut anak-anak masih merasakan trauma,” ujarnya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here