Pedagang Tolak Pemindahan Pasar Induk Rau

Pasar Induk Rau.*

SERANG, (KB).- Pedagang Pasar Induk Rau keberatan atas rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang akan memindahkan Pasar Induk Rau (PIR). Hal tersebut, sebab pedagang menilai pemindahan akan merugikan mereka, karena harus memulai usaha dari awal lagi.

Seorang pedagang Muksin keberatan, karena mempertimbangkan pembeli di tempat baru. Menurut dia, mereka sudah memiliki pelanggan di Pasar Rau, sehingga khawatir jika dipindahkan harus kembali memulai usahanya dari nol.

“Kalau ditanya sepakat, saya gak sepakat. Saya keberatan, karena sudah terbiasa di sini. Terus pembelinya juga kalau jauh-jauh gak mau,” katanya saat ditemui di Pasar Rau, Kamis (5/12/2019).

Ia yang berjualan di pinggir jalan menuturkan, jangankan harus pindah dari pasar, berpindah lokasi ke area dalam PIR sudah mengalami penurunan pembeli, sehingga dia lebih memilih berjualan di tepi jalan.

“Kalau di atas susah ngejualnya, itu baru pindah ke atas, apalagi ke jauh,” ucapnya.

Meski demikian, ujar dia, akan mengikuti suara mayoritas dari para pedagang. Jika memang pemerintah menghendaki pindah dan para pedagang sepakat, ia pun akan sependapat untuk pindah. “Ikut saja, gimana pedagang semua,” ujarnya.

Baca Juga : Menguat, Pasar Induk Rau Dipindah ke Walantaka

Senada, pedagang lainnya Sobari mengatakan, masyarakat Kota Serang dan bahkan luar daerah sudah mengenal Rau belasan tahun. Sehinga, dirinya mengaku keberatan jika pasar induk tersebut dipindahkan, karena akan berimbas kepada usaha perdagangannya.

“Saya lebih sepakat pemerintah melakukan penataan saja, ini kan pasar yang sudah dikenal masyarakat,” kata dia.

Ia meyakini, semua pedagang di Pasar Rau akan merasa keberatan dengan rencana pemindahan itu. Namun, jika itu sudah keputusan pemerintah ia mengaku akan mengikutinya.

Meskipun, kemungkinan besarnya dia harus memulai usahanya dari nol lagi. “Kalau sudah jadi keputusan kan kita ikut saja,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi (Disperdaginkop) dan UKM Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, Pasar Rau sebetulnya hanya pasar regional saja. Namun diklaim sebagai pasar induk, sehingga pemindahan itu hanya untuk agen-agen atau grosir besar.

“Ya kan Pasar Rau mah tetap saja. Pasar Rau kan bukan Pasar Induk, itu hanya untuk regional saja. Konsepnya seperti itu,” kata dia.

Jika pasar induk dipusatkan di Rau, ujar dia, maka situasinya akan semakin semrawut dengan hilir mudik truk besar. Namun, jika hanya pasar regional, berfungsi sebagai pasar yang langsung bersentuhan dengan konsumen.

“Tidak ada yang mengatakan Rau itu pasar induk, itu mah penamaan sendiri oleh mereka. Masa pasar induk ngambilnya dari Tanah Tinggi,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang siapkan tiga tempat alternatif untuk relokasi atau pemindahan Pasar Rau. Tiga tempat tersebut yaitu Teritih, Pasar Lebakwangi, dan Kalodran.

Ketiganya merupakan hasil dari Feasibility Study (FS) yang dilakukan oleh tim konsultan, kerja sama antara Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Kota Serang. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here