Pedagang Pasar Badak Keluhkan Konsumen Sepi

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah pedagang di Pasar Badak Pandeglang mengeluhkan sepinya konsumen pascapenyebaran Covid-19. Selain itu, munculnya kebijakan pemerintah soal distancing social atau pembatasan sosial membuat warga enggan pergi ke luar rumah, apalagi sampai berbelanja ke Pasar Badak Pandeglang.

Salah seorang pedagang beras, Sarmin mengatakan, saat ini omzet penjualan beras miliknya mengalami penurunan. Hal itu disebabkan sepinya pengunjung pasar, sehingga konsumen yang biasa datang ke tokonya kini mulai sepi.

“Ya, sebagai pedagang kami mengeluh, karena setiap hari harus berjualan, namun situasinya sepi. Namanya berjualan di pasar sudah pasti setiap hari harus mengeluarkan uang untuk makan. Sedangkan pendapatan tidak ada,” kata Sarmin kepada Kabar Banten, Ahad (29/3/2020).

Selain konsumen sepi, lanjut Sarmin, saat ini sebagian harga kebutuhan dasar masyarakat menjadi naik. Sementara pedagang pun untuk mendapatkan stok barang juga bisa naik.

“Kalau harga naik permintaan banyak, itu tidak menjadi masalah bagi pedagang. Tetapi yang terjadi saat ini sudah konsumen sepi, ditambah harga naik, ya banyak barang yang tidak terjual,” ujarnya.

Hal hampir senada dikatakan Saepuloh pedagang gula pasir. Menurut dia, sudah hampir sebulan ini konsumen sepi di Pasar Badak. Kondisi ini disebabkan akibat kasus virus corona yang membuat rasa ketakutan warga, sehingga mereka enggan ke luar rumah. Apalagi setiap hari menyimak informasi di media massa, kasus ini kian hari kian kencang.

“Ya, Pandeglang menjadi salah satu daerah yang diinformasikan cukup tinggi kasusnya. Jelas ini semakin membuat khawatir banyak orang. Sebetulnya saya juga tetap khawatir, karena mendengar wabah ini sangat mematikan,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, harga gula pasir naik dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 15.000 per kilogram. Tapi naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat tidak menjadi angin segar (keuntungan) bagi pedagang, melainkan malah mengalami kerugian.

“Ya, barang tidak laku, karena pembeli sepi,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here