Jumat, 20 Juli 2018
Para pedagang Banten Lama saat berkumpul di Alun-alun Banten Lama. Mereka memprotes proses relokasi yang dilakukan Satpol PP Provinsi Banten tanpa menyediakan lahan sementara untuk berjualan, Selasa (10/7/2018).*

Pedagang Banten Lama Protes Lahan Relokasi

SERANG, (KB).- Puluhan pedagang Banten Lama yang telah direlokasi sementara di sekitar Surosowan beberapa waktu lalu, mengeluhkan keterbatasan lahan. Hal tersebut, karena relokasi dilakukan serentak, sehingga lahan tidak dapat menampung seluruh pedagang. “Sebagai pedagang kami minta dimanusiakan. Boleh dipindahkan asal ke tempat yang layak. Jangan seperti memindahkan barang,” kata Wakil Ketua Pedagang Banten Lama, Roji ke tika ditemui di Alun-alun Banten Lama, Selasa (10/7/2018).

Ia mengungkapkan, sebelumnya pedagang diajak rapat bersama pihak terkait di Kantor Kecamatan Kasemen untuk membahas relokasi pedagang tersebut. Hasilnya mereka berjanji akan memindahkan tempat berjualan di Surosowan, karena pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Hanya saja keesokan harinya rencana tersebut berubah. “Waktu rapat di kecamatan bareng Disperindag Provinsi Banten dan Satpol PP serta camat itu, (pedagang) mau dipindah ke Surosowan. Tapi, besoknya ada rencana kalau pembangunan akan dilakukan serentak,” ujarnya.

Menurut dia, jika dilakukan secara serentak berarti lebih dari 1.000 pedagang otomatis akan dipindahkan ke Surosowan. Hal tersebut dinilai tidak memungkinkan dengan kapasitas lahan yang terbatas. “Kemudian, di Terminal Sukadiri juga aksesnya kurang bagus. Di sana kiosnya blok-blokan kayak pasar. Jadi, peziarah jarang melewati,” ucapnya.

Selain itu, Terminal Sukadiri yang rencananya dijadikan lahan sementara pedagang berjualan juga telah disediakan sekitar 180 kios. Hanya saja sebagian kios tersebut, sudah dijadikan tempat menetap warga. “Kami pernah dipindahkan ke sana, tapi selama seminggu tidak ada pendapatan sama sekali. Makanya, banyak pedagang yang akhirnya menjual barang-barang dagangannya,” tuturnya.

Para pedagang meminta kepada pemerintah, agar dapat ditempatkan di area yang mudah diakses peziarah. Pedagang juga ragu dengan kios permanen yang disiapkan pemerintah, karena baru disiapkan 500 dari total 1.000 kios. “Itu juga yang 500 kios. Pedagang kan jumlahnya banyak, dipindahkan 500, nanti sisanya gimana. Terus mau kapan dipindahinnya, sementara fasilitas belum juga selesai. Selain itu, area itu pun sulit diakses peziarah,” katanya.

Pedagang lain, Damanhuri menuturkan, pihaknya tidak mempermasalahkan lahan yang nantinya akan menjadi tempat berjualan. Hanya saja mereka menuntut, agar pemerintah membuat akses yang dapat dilalui peziarah seperti lahan lama yang ditempatkan pedagang. “Sebenarnya di Sukadiri juga siap pindah, tapi dipindahkan ke tempat yang layak. Belum lagi kios baru itu, pedagang yang ada 1.000 lebih, sisanya nanti dikemanain,” ucapnya. (TM)*


Sekilas Info

4 Tahun Lumpuh, Lansia di Cikande Tak Mampu Berobat

SERANG, (KB).- Pasangan Suami Istri Memed (73) dan Kasimah (60) warga Kampung Pandan, RT 007/RW 002, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *