PDI-P Banten Bagikan Daging Kurban ke Santri Kobong

Pada Hari Raya Iduladha 1438 Hijriyah ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Banten turut memberikan hewan kurban kepada sejumlah santri pondok pesantren (ponpes) salafi dan masyarakat membutuhkan di Kota Serang, Sabtu (2/9/2017). Jumlahnya sebanyak 540 kantong dari 5 ekor sapi dan 4 ekor kambing.  Ketua Bidang Kaderisasi pada DPD PDI Perjuangan Banten, Ananta Wahana mengatakan, penyebaran hewan kurban kepada santri salafi atau santri kobong memiliki makna, bahwa PDI Perjuangan tetap berpihak kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah SWT. ” Agar perjuangan di jalan Allah tetap membumi,” katanya.

Iduladha merupakan hari raya suci bagi Umat Islam, dibentuk oleh serangkaian peristiwa penting. Oleh karena itu, perayaan hari raya yang biasa disebut juga hari raya idul kurban ini harus bermakna alplikatif. “Caranya berbagi bersama kepada sesama umat,” ujarnya.  Bagi PDI Perjuangan, kata dia, Iduladha mempunyai dua dimensi yang sangat penting, yaitu dimensi spiritual dan sosial. Dalam hal dimensi spiritual, Iduladha menjadi momentum untuk meningkatkan kembali nilai-nilai ketakwaan kepada Allah SWT.

Sementara, dalam hal dimensi sosial, Iduladha juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap sesama anak bangsa dan sesama umat muslim. “PDI Perjuangan hadir untuk menentang segala bentuk individualisme dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.  Pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat merupakan warisan penting salah seorang pendiri bangsa, Soekarno. Ajarannya tersebut tertuang dalam pancasila. “Membumikan keislaman dan kebangsaan,” tuturnya.

Ia mengatakan, saat ini persatuan Indonesia mulai diganggu oleh maraknya berita hoax. Utamanya banyak menggunakan isu-isu SARA untuk memecah belah bangsa. Jika terus didiamkan, bukan tidak mungkin persatuan yang sudah kuat terbangun ini akan rontok.  “Kita harus bersama-sama, bahu membahu, saling bergotong-royong agar bisa menepis berbagai potensi pemecah belah kebangsaan. Idul kurban ini sebagai momentum untuk kita bangkit, dari hantaman hoax yang merajalela,” katanya.(Sutisna)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here