Rabu, 16 Januari 2019

PDBI Banten Sayangkan Cabor Drum Band Belum Pasti di PON XX Papua

SERANG, (KB).- Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Banten menyayangkan Pekan Olah raga Nasional (PON) XX Papua tanpa cabang olah raga (cabor) drum band. Padahal, cabor tersebut merupakan unggulan Banten, karena menyumbang banyak medali emas pada PON XIX Jawa Barat 2016 lalu.

“Belum di acc (disetujui) sama PB. Dari tuan rumah (Papua) enggak mau ada drum band,” ujar Ketua Pengprov PDBI Banten, Haridoyo Sugianto saat dikonfirmasi Kabar Banten, Senin (7/1/2019).

Ia mengatakan, di PON Jabar 2016, Banten berhasil menjadi yang terbaik dengan rangking pertama cabor drum band. Atlet-atlet Banten berhasil mempersembahkan tiga medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu.

“Kami jadi terbaik dengan peringkat pertama di Jabar, itu sebenarnya rekor pelaksanaan di PON. Sangat disayangkan PON Papua tanpa drum band,” kata Haridoyo.

Emas yang diraih tersebut, kata dia, berasal dari nomor lomba unjuk gelar, lomba ketahanan dan ketepatan berbaris putra dan putri. Dari 10 nomor atau semua nomor yang dipertandingkan hanya 3 gagal. Ketiga nomor tersebut Banten hanya berada di peringkat keempat.

“Semuanya kami ikuti nomor yang dipertandingkan, tiga nomor yang gagal dapat medali itu kami di peringkat keempat,” ucap Haridoyo.

Ia mengatakan, ditiadakan drum band di PON mengulang kejadian di 2012 Riau. Saat itu cabor drum band tidak dipertandingkan. “Di Palembang tahun 2004 dipertandingkan, Kalimantan Timur 2008 juga dipertandingkan, di Riau enggak,” tutur Haridoyo.

Ia menjelaskan, tuan rumah Papua menyatakan beberapa alasan tidak mengadakan cabor drum band. Alasan tersebut di antaranya tidak adanya lapangan. “Alasannya enggak punya lapangan padahal drum band bisa di lapangan terbuka di jalan raya, di stadion jadi sebenarnya tidak alasan (tidak dipertandingkan),” kata Haridoyo.

Pengprov PDSI Banten, tutur dia, tidak berdiam diri mengenai ditiadakannya drum band di PON Papua. November 2018, pihaknya telah melayangkan surat ke Pengurus Besar (PB) PDSI dan surat dukungan dari sejumlah provinsi untuk meminta drum band diadakan di PON Papua.

“Kami sudah layangkan surat kepada PB dan surat dukungan. Tapi dipastikan di dalam daftar cabor drum band enggak ada. Kami sudah berusaha. Kalau begini kan sayang pembinaan atlet, buat apa pembinaan kalau tidak dipertandingkan (di PON),” tutur Haridoyo. (FI)*


Sekilas Info

KONI Banten Buka Peluang Tambah Kuota Pelatda Jangka Panjang

SERANG, (KB).- Ketua Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Banten, Rumiah Kartoredjo membuka peluang bagi pengurus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *