PDAM Berencana Bangun ”Long Storage”

SERANG, (KB).- Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirta Albantani hanya akan mendapatkan jatah air sekitar 200 liter per detik, dengan adanya pembangunan Bendungan Sindangheula. Untuk mencukupi kebutuhan, PDAM sudah berencana untuk membuat long storage di wilayah Serang Utara.

Direktur PDAM Tirta Albantani, Wahyu Prihantono mengatakan, sesuai rencana waduk Sindangheula tersebut akan digunakan untuk air baku PDAM. Air baku yang diperoleh dari bendungan tersebut, nantinya akan diarahkan ke wilayah Bojonegara, Puloampel, Kramatwatu, dan sekitarnya. “Kami arahkan ke sana,” katanya saat ditemui di area Bendungan Sindangheula, Selasa (31/10/2017).

Dari jumlah air yang tersedia di bendungan tersebut, pihaknya mendapatkan jatah sekitar 200 liter per detik. Namun, untuk kelanjutannya, dia juga masih belum tahu apakah air tersebut diolah terlebih dahulu di bendungan atau langsung mengambil air bakunya. “Nanti kami bicarakan apakah diolah dulu di sini atau kami ambil dari air bakunya,” ujarnya.

Jika melihat kebutuhan yang ada, ucap dia, seharusnya Kabupaten Serang mendapatkan bagian yang banyak. Namun, dalam hal tersebut, pembagian tidak bisa mengabaikan kebutuhan di daerah lain, seperti Cilegon, daerah industri dan bahkan Jakarta. “Kalau saya tidak salah dengar nanti ini mau jadi jatahnya DKI juga, jadi kami mau ikut aturan PU (pekerjaan umum) yang sudah ditetapkan,” ucapnya.

Jika hanya untuk daerah yang telah disebutkan sebelumnya, air dari bendungan tersebut akan mencukupi, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air daerah Serang Utara, pihaknya sudah berencana untuk membangun long storage melalui kementerian. “Jadi, untuk daerah Pontang, Tirtayasa, dan Tanara, kami ada itu. Kemudian, juga ada Kalimati (Ciujung Lama),” tuturnya.

Dengan demikian, kata dia, PDAM ke depan akan memiliki tiga bagian pendistribusi air baku. Untuk wilayah Bojonegara dan sekitarnya, akan disuplai dari Sindangheula, sedangkan wilayah Serang Utara, akan dibuatkan long storage. “Terus untuk Cikande dan sekitarnya akan kami ambil dari Sungai Ciujung. Kalau untuk wilayah Kota Serang, kami belum ada perjanjian,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Cidurian, dan Ciujung (BBWSC3), Tris Raditian menuturkan, terkait pemanfaatan kalimati di wilayah Serang Utara untuk menjadi long storage, saat ini pihaknya masih melakukan tahapan survey investigasi design (SID). “Kami baru sampai pada SID,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut dia, baru akan ada tahapan penyusunan detail enggineering design (DED) dan dilanjutkan dengan pelaksanaan. “Tapi, itu nantilah, bupati rencana mau ke sana mungkin bisa mempercepatkan anggarannya. Karena kan sekarang kami butuh itu untuk air baku daerah sana Serang Utara,” tuturnya.

Rencananya, long storage yang akan dibuat di wilayah Serang Utara tersebut mencapai 11 kilometer. Oleh karena itu, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait. Agar semuanya bisa sama-sama gerak untuk menyelesaikan. “Itu rencananya 11 kilometer, karena kan rencananya sungai itu nantinya bisa dikendalikan. Untuk pembuatan DED itu setahun,” katanya. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here