Kamis, 15 November 2018

Pawai Obor Sambut 1 Muharam

PERJALANAN atau penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, merupakan salah satu hari yang sangat penting bagi umat Islam, yang kemudian ditetapkan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah. Muharram merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk di antara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum).

Bulan Muharram juga merupakan suatu bulan yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah) sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW, dalam sebuah hadits. Dalam wikipedia dijelaskan, Kalender Hijriyah secara resmi belum dimulai ketika zaman Rasulullah SAW. Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Arrasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A.

Penetapan itu dimaksudkan untuk mengenangkan betapa pentingnya tanggal hijrah yang menjadi perubahan paradigma dalam sejarah agama Islam. Karena, pertama kali dalam sejarah Islam seorang nabi dan rasul membentuk pemerintah dengan segala kesulitan dan berhasil membuat hubungan diplomatik dengan beberapa negara serta menyampaikan dakwah Islam secara global sehingga Islam tersebar ke merata dunia.

Untuk memperingati malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah, ribuan warga melakukan pawai obor sambil melantunkan salawat disepanjang rute perjalanan disekitar pusat kota Kecamatan Malingping, Senin (10/9/2018).

Menurut pantauan, perayaan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 H yang dimotori Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FKPK) Malingping, disambut antusias warga dari berbagai kalangan. Tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Malingping tampak antusias mengikuti pawai.

Bertolak dari alun-alun mereka berjalan mengelilingi kawasan kota Kecamatan Malingping. Panjangnya barisan massa, membuat para pengendara yang melintas pun secara sukarela berhenti dan memberikan ruang bagi mereka.
Tiba kembali di alun-alun peserta pawai berkumpul di Masjid Besar Baiturachim untuk mendengarkan tausiah dengan penceramah, Drs. H A Ruyani MM.

“Pawai ini kita lakukan untuk menyambut malam Tahun Baru Hijriah 1 Muharam. Tidak kurang dari 1.000 orang mulai dari anak-anak hingga dewasa mengikuti pawai. Mereka datang dari berbagai pelosok Malingping untuk merayakan Tahun Baru Islam,” kata Ketua MUI Malingping, Drs. H. Sujaya Arsudin.

Camat Malingping, Sukanta mengatakan, momentum Tahun Baru Islam ini menjadi ajang untuk memperbaiki diri dari tahun-tahun sebelumnya. Meriahnya peringatan tahun baru Islam, lanjutnya, memperlihatkan bahwa umat Islam di Kecamatan Malingping memiliki kesadaran yang tinggi dalam beragama, serta dalam keimanan dan ketakwaan.

”Selama ini untuk kegiatan keagamaan tidak pernah ketinggalan dengan wilayah lain. Mari kita pertahankan dan tingkatkan kepedulian kita dalam rangka menjaga ukhuwah islamiyah jangan sampai perbedaan politik, perbedaan pilihan merusak ukhuwah islamiyah,” kata Camat Sukanta.

Camat Sukanta berharap, peringatan tahun baru Hijriyah dapat menjadi momentum untuk mengkaji, menelaah sekaligus mengaplikasikan makna strategis dari peristiwa hijrah, sebagaimana hijrahnya Nabi Besar kita Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yang dilaksanakan pada tahun ke-13 kenabian dan dijadikan tonggak dimulainya tahun Hijriyah yang membawa perubahan dari zaman Jahiliyyah menuju peradaban madaniyyah di bawah naungan cahaya Ilahi. (Dini Hidayat)*


Sekilas Info

Nelayan Dilarang Tangkap Benur, Pemerintah Didesak Berikan Solusi

LEBAK, (KB).- Sejumlah nelayan di Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, meminta pemerintah memberikan solusi terbaik untuk para nelayan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *