PAUD Diharapkan Cetak Generasi Andal

LEBAK, (KB).- Mengarungi pendidikan sejak usia dini antara 0-5 tahun, diharapkan dapat mencetak generasi andal di masa depan, karena di usia tersebut tumbuh kembang anak memasuki masa penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya dan wadah anak melaksanakan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Hal itu dikatakan pengamat pendidikan dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setiabudhi Rangkasbitung, Abdus Subhan Jayani, di Rangkasbitung, Rabu (20/11/2019).

Dia mengatakan, PAUD saat ini sudah berkembang hingga ke pelosok desa dan sudah menjadikan kebutuhan pendidikan dasar masyarakat. Saat ini kesadaran masyarakat yang berada di pelosok perdesaan itu sangat merespon terhadap kehadiran lembaga PAUD karena pusat pendidikan itu adalah masyarakat, sekolah dan keluarga PAUD dan lembaga PAUD yang sudah berkembang ke pelosok desa sudah menjadikan kebutuhan pendidikan dasar masyarakat.

“Kesadaran masyarakat yang berada di pelosok desa itu sangat respon positif terhadap lembaga PAUD, karena pusat pendidikan itu adalah masyarakat, sekolah, dan keluarga dan lembaga PAUD,” katanya.

Dia mengatakan, berkembangnya PAUD di pelosok perdesaan di berbagai daerah di tanah air terus tumbuh dan berkembang. Sebab, kesadaran masyarakat terhadap pendidikan dini cenderung meningkat. Regulasi PAUD, terkait dengan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, berkarakter, dan berbudaya.

Pemerintah juga memberikan penguatan-penguatan konten pendidikan dini. Selain membaca, berhitung, dan menulis (calistung), juga mengenal literasi digital dan sains. Anak-anak PAUD wajib mengenal jam, warna, hingga permainan bersifat edukasi.

Dia mengatakan, kebutuhan pendidikan dasar anak itu harus memiliki rasa percaya diri, rasa ingin tahu, dan rasa unggul. Mereka memiliki kebutuhan dasar pendidikan untuk menjadi siswa dengan tiga aspek, yakni pandai (kognitif), sikap (afektif), dan terampil (psiomotorik).

Dengan perkembangan PAUD hingga pelosok pedalaman, kata dia, lembaga itu mendapatkan bantuan sarana dan peralatan edukasi serta dana insentif kepada tenaga pendidik. Terkait dengan perkembangan PAUD di Kabupaten Lebak, katanya, patut diapresiasi karena pada 2012 yang 115 unit, kini telah menjadi 783 unit yang tersebar di 340 desa di 28 kecamatan.

Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Irawan mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kualitas PAUD melalui akreditasi. Saat ini, kata dia, 163 atau 17,41 persen dari 783 PAUD menyandang akreditasi B berdasarkan hasil penilaian Badan Akreditasi Nasional (BAN) Pendidikan Nonformal. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here