Pasutri Mesir-Inggris Penerjemah Alquran

Ilzamudin Ma'mur

Oleh : Ilzamudin Ma’mur

The Qur’an is the heart and soul of Islam, it is the Wisdom of GOD revealed for all mankind through His Prophet Muhammad (Peace be upon him). The Qur’an is the Book of Wisdom which guides every aspect of human existence. Alquran merupakan jantung dan jiwa Islam, ia adalah Kebijakan Tuhan yang diwahyukan untuk semua umat manusia melalui Nabi Nya, Muhammad SAW. Alquran adalah Kitab Kearifan yang memandu setiap eksitensi manusia. (Dina Zidan dan Ahmed Zidan, 1995:7)

Penerjemahan Alquran bisa dilakukan secara mandiri maupun kolaboratif, Dina dan Ahmad, pasangat suami istri (pasutri) yang secara kolaboratif menerjemahkan Alquran. Ahmad Zidan lahir di Mesir, jantungnya peradaban Timur, sementara Dina Zidan, lahir di Inggris, jantungnya peradaban Barat.

Ini kemungkinan tidak saja karya kolaboratif suami-istri pertama yang dihasilkan, tetapi karya terjemahan kolaboratif yang “sempurna”, penutur asli bahasa Arab dan penutur asli bahasa Inggris. Dari sudut directionality, teori arah penerjemahan tampaknya ini merupakan kolaborasi penerjemah yang ‘ideal,’ kombinasi proper translation oleh sarjana berkebangsaan Inggris dan service atau inverse translation oleh ulama berkebangsaan Arab-Mesir.

Biografi intelektual

Penerjemah kolaboratif pasangan suami istri: Ahmad Abdel Mun’im A Zidan dan Dina al-Zahra Zidan. Ahmad Abdel Mun’im A Zidan, sang penerjemah utama, lahir pada 1 Ramadan 1360 H, bertepatan dengan 22 September 1941 M. Keluarga besar Ahmad Zidan berasal dari “Bani Enan” yang secara genealogis merupakan keturunan langsung dari garis keturunan Khalifah Ummar Ibn Khattab melalui putranya yang bernama Abdullah Ibn Umar dan istrinya putri Hasan Ibn Ali ibn Abi Thalib dan Fatimah al-Zahra putri Rasulullah Muhammad SAW. Nenek moyang Ahmed Zidan bermigrasi ke Mesir dari Madinah Arab Saudi pada zaman Dinasti Muawiyah khususnya pada masa kepemerintahan Yazid Ibn Muawiyah Ibn Abu Sufian (647-683).

Ahmad Zidan tumbuh besar dalam kalangan keluarga ulama terkemuka Mesir. Ajaran dan praktik keagamaan begitu kental diterapkan sejak dini usianya. Hal itu dibuktikan bahwa pada usia 10 tahun, melalui asuhan dan didikan sang kakek, yang juga seorang ulama termasyhur pada masanya, Ahmad Zidan berhasil menghafal Alquran seluruhnya, 30 juz. Setelah pendidikan dasar dan menengahnya di Mesir cukup, Ahmad Zidan melanjutkan studi tingkat master dan doktornya di Eropa dan Amerika Serikat, hingga berhasil memperoleh gelar Ph.D. (Philosopy Doctor) pada 1966 di Harvard, dan D.Sc. (Doctor of Science) pada 1969 dari Jerman.

Dengan bekal pendidikan yang memadai, tidak mengherankan kalau Ahmad Zidan terlibat mengajar di banyak perguruan tinggi terkemuka baik di Amerika Serikat maupun di Eropa. Sebelum purna tugas, jabatan terakhir yang diemban Ahmad Zidan di dunia pendidikan tinggi adalah sebagai Profesor Hubungan Internasional pada Institut Universitiare De Hautes Etudes International. Selain itu, Ahmad Zidan juga banyak melibatkan diri dan memainkan peran penting dalam beberapa lembaga internasional di wilayah teluk.

Sebagai profesor, banyak karya yang berhasil diterbitkan Zidan, antara lain: a Comparative Religion, b. The West’s Arrogance Matched Only By It’s Ignorance, c. World Arrogance, d. The Intrigues of Ignorance, e. Christianity Myth or Message, f. Effects of Interference in World Politics, g. Concepts and Method in International Relations, h. Foreign Policy Analysis, dan I Strategic Studies.

Selanjutnya Dina al-Zahra Zidan, penerjemah pendamping, adalah Muslimah Inggris yang lahir di tengah-tengah keluarga Katolik Konserfatif di Kerajaan Britania Raya. Dina tumbuh besar dan mengenyam pendidikan dasar dan menengahnya di Inggris. Gelar Master of Arts (MA) dalam bidang perbandingan agama diperoleh dari negara yang sama. Selepas studi, Dina Zidan banyak mengadakan perlawatan secara ekstensif dan tinggal di berbagai negara di Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika.

Selain itu, Dina Zidan, sebagaimana suaminya, adalah juga aktif penulis mengenai isu-isu keislaman utama yang bertalian dengan wanita. Di antara karya Dina Zidan adalah The Rightly Guided Caliphs: According to the most earliest authenticated sources (1998), dan Mukhtaser Sahih al-Bukhari : Text and Translation, Vol I dan II (1999).

Terjemahan Alquran

Karya kolaboratif suami istri, Dina Al-Zahra Zidan dan Muhammad Abdul Mun’im Zidan mereka beri judul Translation of the Glorious Qur’an. Edisi perdana karya terjemahan ini diteribtkan di Britania Raya pada 1991 dan cetakan keduanya diterbitkan empat tahun kemudian oleh penerbit A. S. Noordeen, Kuala Lumpur, Malaysia, tepatnya pada 1995.

Edisi Malaysia inilah yang juga dijadikan basis pembahasan dalam tulisan ini disuguhkan secara monolingual atau bahasa tunggal, hanya bahasa Inggris tanpa disertai teks aslinya berbahasa Arab, yang biasanya disajikan berdampingan Arab-Inggris. Edisi kedua ini pula telah ditinjau oleh Al-Azhar Islamic Research Academy, General Department for Research, Writing and Translation, atas permintaan kedua penerjemah, dan dinyatakan “It is confirmed that this book is free from anything that contradicts the teaching of Islam.” Bahwa “kitab terjemahan ini bebas dari apapun yang bertentangan dengan ajaran Islam.”

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal lembaga tersebut, Fathala Yasin Gazali pada tanggal 1 Februari 1993. Mengenai edisi ini Rim Hassen (2012:68) menyatakan bahwa edisi monolingual mereka berisi prawacana singkat dan pendahuluan ringkas, dimana mereka berulang kali menekankan perbedaan teks Alquran asli dengan terjemahannya.

Selain itu, karya tersebut dengan model edisi bilingual juga diterbitkan oleh Islamic House for Publishing and Distribution, Kairo, Mesir pada 1996. Edisi ini disuguhkan dengan cara teks bahasa Arab dan terjemahannya dalam bahasa Inggris disajikan sekaligus dalam satu halaman. Teks bahasa Arab ditempatkan di halaman sudut kanan atas, sementara terjemahannya disebelah kiri dan bawah teks bahasa Arabnya, mengelilingi teks bahasa Arab dalam bentuk leter L.

Karya terjemahan ini bertujuan sebagaimana mereka katakan sendiri “Our objective in this translation of the meaning of the Qur’an is that of producing an accurate and uncomplicated rendering of the meaning of the Glorious Qur’an to the best of our ability, perfection is only for God Almighty.” Yakni untuk menghasilkan terjemahan makna Alqur’an mulia yang akurat dan mudah sesuai dengan kemampuan terbaik kami, kesempurnaan hanya milik Allah SWT (Zidan dan Zidan, 1996:ix). Karya ini dilengkapi dengan lampiran Index surat, “Translation Qur’anic Vocabulary,” 124 halaman, Glossary atau senerai kata,19 halaman, dan asma al-husna dan terjemahannya, 14 halaman. Jumlah keseluruhan halaman terjemahan ini adalah 763.

Kata Allah dalam terjemahan ini dipadankan dengan kata God, demikian juga nama-nama Nabi dan Rasul, menggunakan nama yang lazim dalam Bible : Musa, Moses, Nuh Noah, Ibrahim Abraham dst. Pendekatan penerjemahan yang diterapkan adalah padanan dinamis sebagaimana dijelaskan dalam Nida dan Taber (1974). Adapun mengenai durasi waktu penyelesaian terjemahan ini tidak dijelaskan secara eksplisit oleh kedua penerjemahnya.

Akhirnya, dikatakan, dalam pengantar penerbit terjemahan tersebut, bahwa “ini merupakan kali pertama Alquran diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris modern oleh sarjana penutur asli bahasa Inggris dan penutur asli bahasa Arab. Mereka menunjukkan makna yang akurat teks Arab asli dengan cara yang mudah,…Oleh karenanya kami merasa bahwa karya unik ini merupakan pemahaman cerdas dari teks asli Alquran dengan kemampuan memberikan makna ke dalam gaya yang amat sangat terbaca namun mencerminkan keagungan aslinya.” Wallahu a’lam bi al-shawab!!! (Penulis adalah Ketua Komisi Kerja sama dan Hubungan Luar Negeri MUI Provinsi Banten dan Wakil Rektor I UIN SMH Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here