Pastikan Pemilu tak Terganggu Bencana, Kemendagri Terjunkan Tim

SERANG, (KB).- Tahapan pemilihan umum (pemilu) diharapkan tetap bisa berjalan di daerah terdampak bencana tsunami Selat Sunda. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menerjunkan tim untuk melakukan pendampingan pemulihan lokasi bencana.

Mendagri Tjahjo Kumolo bahkan siap membantu penyelenggara pemilu untuk mendata lokasi yang sesuai untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lokasi bencana. Hal itu disampaikan Tjahjo saat berkunjung ke Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (28/12/2018).

Pemerintah daerah, kata dia, harus memetakan daerah terdampak bencana.
Pemetaan ini salah satunya untuk memastikan pemilu tidak terganggu. Tahapan pemetaan dimulai dengan pendataan pemilih terdampak bencana, kemudian memetakan lokasi mana saja yang sesuai dijadikan tempat pemungutan suara (TPS).

“Kami akan menurunkan tim akan secara rutin, kalau tanggap darurat satu minggu ya kita (Mendagri) bisa dua minggu. Kami bisa secara terus menerus mem-backup pemda, saya kira pemda sudah siap semuanya ini,” ujarnya.

Ia menuturkan, bencana bisa berdampak besar terhadap pelaksanaan pemilu. Pemilu di suatu daerah bisa ditunda apabila daerah terdampak bencana dan tidak mungkin melaksanakan pemilu. “Dalam konteks pemilu, pemilu bisa tertunda kalau daerah , desa, kelurahan ada bencana, itu memang bisa ditunda,” katanya.

Mantan Anggota DPR RI berharap tidak ada penundaan tahapan pemilu di Banten. “Secara keseluruhan harus berjalan, konsolidasi demokrasi harus jalan. Pemda melakukan rehabilitasi jalan, kemudian tata kelola pemerintahan jalan,” ujarnya.

Anggota KPU Provinsi Banten Masudi sependapat dengan keinginan Mendagri Tjahjo Kumolo. “Memang harus dicermati apakah di daerah terdampak bencana perlu dilakukan pemetaaan dan penataan ulang atau tidak jumlah TPS. Ini terkait dengan jumlah masyarakat pemilih di sekitar daerah terdampak bencana yang menjadi korban meninggal,” katanya.

Jika hasil pemetaan dan pendataan mengharuskan adanya penyesesuain lokasi TPS, KPU akan melakukannya. “Tentu dengan dengan prinsip memudahkan para pemilih untuk melaksanakan hak konstitusional mereka. (Saat ini) belum dilakukan pendataan, masih dalam kajian kapan waktunya,” ujarnya.

Diketahui ada penyelenggara pemilu yang menjadi korban bencana tsunami tersebut. “Ada satu korban meninggal, staf PPK salah satu kecamatan di Pandeglang. Selebihnya alhamdulillah selamat,” kata Masudi. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here