Pasokan Tersendat, Harga Komoditi di Pasar Rangkasbitung Naik

LEBAK, (KB).- Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memantau harga-harga kebutuhan bahan pokok yang dijual di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Lebak. Hal tersebut untuk memastikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual belikan di pasar stabil.

Berdasarkan pantauan di pasar Rangkasbitung, harga sejumlah komoditi mengalami kenaikan. Di antaranya komoditi cabe merah besar, dari harga Rp 40 ribu naik menjadi Rp 50 ribu perkilogram, cabe rawit hijau Rp 35 ribu naik menjadi Rp 40 ribu perkilogram, cabe rawit merah dari Rp 45 ribu naik menjadi Rp 60 ribu perkilogram, kemudian bawang merah dari Rp 20 ribu naik menjadi Rp 24 ribu perkilogram.

Sedangkan harga cabe merah kriting mengalami penurunan dari Rp 50 ribu perkilogram menjadi Rp 40 ribu. Sementara untuk harga jual daging kerbau/sapi, ayam ras, telur ayam negeri, sembilan bahan pokok (sembako) lainnya, tidak mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Dedi Setiawan mengatakan, komodoti sayur mayur yang mengalami kenaikan ini diakibatkan pasokan yang tersendat karena musim kemarau yang melanda hampir seluruh daerah. Sehingga, mengakibatkan beberapa kendala bagi lahan pertanian.

“Kami terus memantau fluktuasi harga bahan pokok dan sayuran setiap hari, agar harga tidak terlalu tinggi dipasaran,” kata Dedi, kepada Kabar Banten, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditi merupakan hukum pasar, dimana barang tersendat atau langka, pasti akan terjadi kenaikan, karena permintaan cukup tinggi. “Kami melihat kenaikan ini masih normal dan tidak signifikan, sehingga tidak akan meresahkan konsumen,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga jual biasanya terjadi pada saat menghadapi hari besar keagamaan yang diakibatkan permintaan pasar yang mengalami peningkatan. Disaat masyarakat semakin banyak membutuhkan apa yang diinginkan, maka harganya pasti mengalami kenaikan. Begitu pula dengan semua kebutuhan yang diperjualbelikan di Pasar Rangkasbitung, saat semakin dibutuhkan masyarakat, harganya pun akan naik.

“Biasanya bukan pedagang yang menaikan harganya, tetapi dari agen atau distributornya sudah naik. Untuk mendapatkan keuntungan, para pedagang selaku pihak yang mengecerkan barang, mau tidak mau turut menaikan harga,” ujar Dedi.

Seorang pedagang sayuran di Pasar Rangkasbitung, Fahdi Kholid mengatakan, bahwa harga beberapa jenis sayuran yang diperjualbelikannya mengalami kenaikan. Hal itu terjadi karena pihak distributor yang memasok sayuran ke kiosnya menaikan harga beberapa jenis sayuran.

“Agen atau distributor yang menaikan harga. Untuk bisa mendapatkan keuntungan, saya pun turut menaikan harga,” ujar Fahdi. (Lugay/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here