Rabu, 26 September 2018

Pascasarjana La Tansa Terakreditasi B Gemuk

PROGRAM Studi Pascasarjana STIE La Tansa Mashiro sudah terakreditasi B. Hal itu berdasarkan surat keputusan ( SK) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN -PT) tahun 2018,dengan nomor 243 SK BAN PT/akreditasi/m/1/2018 tentang Status Akreditasi dan Peringkat terakreditasi Program Studi Manajemen pada program Magister Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi La Tansa Mashiro Lebak.

“Tahun lalu program studi S2 (magister) STIE La Tansa Mashiro masih terakreditasi C, tapi sekarang alhamdulilah sudah naik menjadi B berdasarkan SK BAN PT Nomor 243 dengan nilai 320,” kata Ketua Prodi S2 Manajemen STIE La Tansa Mashiro DR Yumhi ST MM usai menggelar rapat bersama dosen di Aula La Tansa Mashiro, akhir pekan lalu.

Menurut Yumhi, nilai akreditasi sebesar 320 sama dengan terakreditasi B gemuk, karena termasuk di atas rata-rata perguruang tinggi lain yang nilainya 315. “SK akreditasi diterbitkan bulan Januari. Untuk tiga konsentrasi manajemen, pemasaran, keuangan dan sumber daya manusia,” katanya.

Yumhi menjelaskan, akreditasi B diperoleh setelah STIE La Tansa Mashiro memenuhi standar penilaian BAN PT. “Ada tujuh poin standar yang harus dipenuhi. Misalnya, visi-misi, kurikulum, fasilitas SDM, intinya tridharma perguruan tinggi ada semua,” ujarnya.

Ditambahkan, perolehan akreditasi B, mengisyaratkan kalau STIE sudah sejajar dengan perguruang tinggi lain. “Putusan BAN PT juga berarti penilaian pemerintah terhadap pascasarjana kita sudah baik sekali. Dan sudah layak bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain dan negeri yang sudah B dan bagus,” tuturnya.

Ketua STIE La Tansa Mashiro Zakiyya Tunnufus SE MM mengucapkan alhamdulillah atas karunia Allah SWT pada Prodi Pascasarjana sudah akreditasi B. “Perjalanan ini adalah proses yang sangat luar biasa. Kerja keras tim agar pascasarjana terakreditasi B, ini sangat istimewa,” ucapnya.

Zakiyya menuturkan, mengapa ini di sebut istimewa, karena tim berjuang mengalihkan berkas dari manual beralih pada sistem baru. Yaitu menggunakan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) sesuai peraturan terbaru dari Kemenristek Dikti. “Cukup melelahkan, tetapi terbayar oleh kepercayaan pemerintah memperbaiki, mengevaluasi apa yang akan menjadi nilai keunggulan terutama di Provinsi Banten,” ujarnya.

Zakkiya berharap, prodi pascasarjana STIE La Tansa Mashiro sudah akreditasi B mendapatkan perhatian dari pemerintah. Khususnya Pemkab Lebak. “Saran saya kepada pemangku kebijakan untuk lebih memperhatikan eksistensi pascasarjana. Mendukung daerah tertinggal dan visi misi Lebak Cerdas. Karena tanpa dukungan pemerintah, kami akan sulit sekali,” ucapnya.

Zakkiya menambahkan, mengingat saat ini banyak pegawai dinas yang menjadi mahasiswa La Tansha Mashiro, pihaknya berencana untuk melakukan kerja sama program studi pascasarjana dengan dinas instansi.

“Kalau yang murni masih sedikit sekali, paling 1 persen. Untuk itu, perlu dukungan dari pemangku kebijakan, terutama dalam menjalin kemitraan. Apa yang bisa diberikan dari eksistensi keberadaan mahasiswa STIE tidak hanya di S1, tapi Magister manajemen umum. Ke depan, kami ingin semua mata kuliah termasuk pemerintahan, semua ada di La Tansa Mashiro,” tuturnya. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Kenalkan Sejarah Sejak Dini, Murid SDN Kesaud Diajak Kunjungi Museum Negeri Banten

SERANG, (KB).- Sebanyak 49 murid SDN Kesaud berkunjung ke Museum Negeri Banten, di Kota Serang, Selasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *