Pascabencana Tsunami Selat Sunda, Perbaikan 1.033 Rumah Rusak Diusulkan ke Pusat

PANDEGLANG, (KB).- Pascabencana tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu banyak menelan ratusan korban jiwa dan mengakibatkan 1.033 rumah warga rusak.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Kurnia Satriawan mengatakan, sebanyak 1.033 rumah yang rusak akibat bencana tsunami tersebar di delapan kecamatan akan diusulkan mendapatkan perbaikan dari pemerintah provinsi dan pusat.

Total rumah yang terdampak tsunami itu, di antaranya sebanyak 209 rumah rusak ringan,115 unit rusak sedang, 162 unit rusak berat dan yang rusak total berjumlah 547.

“Jadi jumlah keseluruhan rumah yang rusak akibat bencana tsunami sebanyak 1.033. Dari data base tersebut, saat ini telah divalidasi dan dibuat berita acara untuk kita laporkan ke pemerintah pusat maupun provinsi. Nanti, jumlah ajuan rumah rusak itu akan diverifikasi dan ditindaklanjuti,” kata Kepala Bappeda Pandeglang, Kurnia Satriawan kepada Kabar Banten, Selasa (15/1/2019).

Sementara itu, Sekda Pandeglang Fery Hasanudin mengatakan, Pemkab telah memvalidasi data kerusakan rumah di kecamatan yang terdampak bencana. “Kami memvalidasi data terkait rumah rusak akibat bencana tsunami, baik itu rumah yang rusak ringan, rusak sedang dan berat,” tuturnya.

Menurut Fery, data tersebut akan ditindaklanjuti untuk kajian oleh pemerintah pusat maupun Pemprov Banten, karena penanganan bencana diawali dari data, kemudian perencanaan kegiatan.

“Saya berharap data ini final, karena pemerintah telah menurunkan tim yang melibatkan seluruh stakeholder terkait dan secara legalitas ditandatangani. Validasi data base ini akan segera kita selesaikan secepatnya, nanti kita segera usulkan kepada pemerintah pusat maupun pemprov. Tinggal nanti bagaimana tindak lanjutnya,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here