Pascabencana Tsunami Selat Sunda: Hunian Sepi, Karyawan Hotel Dirumahkan

SERANG, (KB).- Sejumlah hotel di kawasan wisata di Banten yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda merumahkan karyawannya. Sebab, pendapatan hotel tersebut menurun akibat tingkat hunian yang masih sepi pascabencana tsunami Selat Sunda.

Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam mengatakan, dampak bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang sejumlah kawasan wisata masih terasa. Sampai saat ini, tingkat hunian hotel di kawasan terdampak bencana masih sepi. Akibatnya, sejumlah hotel terpaksa merumahkan karyawannya.

“Kalau memang pendapatannya kurang dan kemampuan modal kurang, salah satunya ya merumahkan dulu. Karena tamunya belum ada,” kata Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam saat dihubungi Kabar Banten melalui sambungan seluler, Jumat (18/1/2019).

Terkait jumlahnya, ia tidak menyebutkan secara pasti. Jumlah pastinya ada di masing-masing hotel. Disinggung apakah sampai mencapai ratusan orang, ia tidak membantahnya. “Tapi equal-nya masing-masing hotel,” ujarnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini pemulihan hotel di kawasan wisata terdampak tsunami terus berjalan. Hotel yang kemungkinan besar masih memerlukan waktu lama untuk pemulihan yakni di Tanjung Lesung.

Sementara untuk di kawasan Anyer sudah terbilang baik karena sejak awal di daerah ini tidak terdampak tsunami yang besar. “Kalau Anyer si engga ada yang rusak, yang rusak kan Tanjug Lesung. Tanjung Lesung rencananya April (2019) dia baru running semuanya. Kita lihat kendalanya,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini operasional untuk hotel sudah terbilang aman dibanding awal-awal tsunami menerjang. Meskipun operasional itu belum naik secara signifikan. “Kelihatannya masih memerlukan waktu,” tuturnya.

Atas kondisi tersebut, ia berharap pemerintah melakukan gebrakan yang dapat menarik minat masyarakat berkunjung ke wisata terdampak tsunami. “Harapannya mencari solusi marketing bersama, mencari event yang bisa memudahkan wisatawan. Rencananya akan ada pameran festival di Anyer, itukan menunjukkan peluang dari memberikan marketing, bisa menyentuh wisatawan,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, Pemprov juga akan fokus pada pembenahan kawasan wisata selain hunian warga. Sebab, banyak kawasan wisata yang rusak akibat bencana.

“Rehabilitasi nanti bagaimana stabilisasi wilayah perekonomian seperti wilayah wisata. Itu kan harus difokuskan, bukan hanya pembangunan rumah tapi bagaimana memulihkan stabilitas ekonomi di kawasan pariwisata tersebut. Kita sudah minta bantuan ke kementerian pariwisata untuk membantu pemulihan kawasan pariwisata yang terdampak tsunami,” ujarnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here