Pascabencana Tsunami Selat Sunda, 200 Warga Tanjung Jaya Masih Bertahan di Dataran Tinggi & Butuh Logistik

PANDEGLANG, (KB).- Ratusan orang warga Kampung Cipenyu, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, saat ini masih belum berani untuk kembali ke rumahnya. Sebab, daerah yang berdekatan dengan kawasan pariwisata Tanjung Lesung ini, telah porak-poranda dihantam tingginya gelombang tsunami selat sunda, Sabtu (22/12/2018) malam.

Berdasarkan informasi yang diterima Kabar Banten, sekitar 200 warga hingga kini masih bertahan di dataran yang lebih tinggi dari permukaan laut. Pada saat tsunami tiba, mereka harus berlarian hingga jarak 12 kilometer untuk menyelamatkan diri dari tingginya gelombang air laut tersebut.

“Ada 200 orang pak, kami mengungsi ke bukit yang lebih tinggi. Kami butuh bantuan, soalnya kami tidak membawa bekal apa-apa saat menyelamatkan diri,” kata Syairil (39), salah satu warga Kampung Cipenyu Tanjung Jaya saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Senin (24/12/2018).

Syairil mengatakan, hanya pemuda dan orang dewasa yang berani turun dari wilayah perbukitan untuk mengecek kediaman warga yang disapu tsunami. Sementara sisanya, memilih bertahan di dataran tinggi.

“Di sana, ibu-ibu sama anak-anak doang pak. Pemuda sama bapak-bapaknya mah turun dulu buat ngambil bekal yang tersisa di rumah. Ini baju dapat dikasih relawan, soalnya basah semalam hujan,” ujar Syairil sembari mengumpulkan sisa-sisa barang di rumahnya yang bisa diambil untuk perbekalan.

Ia pun berharap, pihak terkait segera menyalurkan bantuan logistik ke ratusan warga yang hingga kini masih bertahan di dataran tinggi. “Soalnya di sana enggak ada apa-apa pak. Enggak ada rumah sama sekali. Bekal kami juga sudah enggak ada,” tuturnya. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here