Pascabencana Tsunami Selat Sunda, 1.071 Huntara Segera Dibangun

PANDEGLANG, (KB).- Pascabencana tsunami Selat Sunda, tercatat 1.530 rumah mengalami kerusakan. Dari ribuan rumah tersebut pemerintah hanya akan membangun sebanyak 1.071 rumah hunian sementara (huntara).

“Jumlah total rumah rusak di delapan kecamatan sebanyak 1.530 rumah. Di Labuan sebanyak 612 rumah, Carita 82 rumah, Cigeulis 66 rumah, Panimbang 147 rumah, Sukaresmi 99 rumah, Pagelaran 20 rumah, Cimanggu 11 rumah dan Sumur 493 rumah,” kata Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita kepada Kabar Banten, Jumat (4/1/2019).

Sementara itu, ribuan rumah rusak itu terinci sebanyak 459 rumah rusak ringan, 49 rumah rusak sedang dan 714 rusak berat, termasuk 308 rumah rusak total.

Irna menjelaskan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah akan membangun huntara. Pembangunannya tidak seluruh rumah melainkan yang tingkat kerusakannya sedang, berat dan rusak total.

“Hasil pendataan riil by name by address hanya 1.071 rumah yang akan dibangunkan huntara. Jumlah ini khusus untuk yang rusak sedang, berat dan rusak total saja. Jadi untuk 459 rumah yang rusak ringan tidak dibuatkan,” tutur Irna.

Menurut Irna, saat ini sejumlah lokasi sudah disasar untuk dibangun huntara. Lahan tersebut merupakan milik pemerintah, namun ada juga milik perorangan yang bersedia dipinjampakaikan untuk pembangunan huntara.

“Alhamdulillah, lahannya sudah siap baik itu dari pemerintah maupun tanah perorangan yang dipinjamkan selama 2-3 tahun untuk huntara. Begitu juga tanah negara ada yang dijadikan lahan pembangunan huntara,” katanya.

Menurut Irna, anggaran pembangunan sendiri akan dilakukan secara keroyokan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk membantu menyukseskan program tersebut. Pemkab berharap Pemprov Banten bisa mengucurkan bantuan pembangunan.

“Sejumlah kementerian sudah menyanggupi membangun puluhan hunian bagi pengungsi. Seperti Kementerian BUMN yang siap membangun 44 hunian di Kecamatan Panimbang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang, Sarif Hidayat mengatakan, saat ini sedang dipersiapkan pendataan lahan yang akan dijadikan huntara. Menurutnya, saat ini sedang didata lahan dari wilayah terdampak hingga di luar wilayah.

“Kami sudah data lahan, di Bojen Sobang ada 6.400 meter, Gombong 6.500 meter, Kampung Sepuluh 6.500 meter, Teluklada Sobang 2,5 hektare, Kertajaya 4 hektare, Cigorondong 4.000 meter, Sukarame 1.000 meter, Sukanegara 1.000 meter, Banyu Biru 4 hektare dan Cigondang 1 hektare. Total kebutuhan lahan huntara sekitar 3,7 hektare. Sedangkan tanah yang tersedia 37 hektare, tinggal pematangan lokasi,” tutur Sarif. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here