Pasca-Tsunami Selat Sunda, PMI Banten Evaluasi Pemulihan

SERANG, (KB).- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar rapat koordinasi (Rakor) program pemulihan pascatsunami Selat Sunda bersama PMI tiga wilayah. Tiga PMI tersebut, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, di Aula Pusdiklat PMI Provinsi Banten, Senin (25/11/2019).

Rakor dihadiri 38 orang, terdiri atas unsur pengurus, kepala markas, Relawan PMI Provinsi Banten dan kabupaten/kota. Selain itu, turut hadir utusan International Federation Red Cross and Crescent Societies (IFRC) Edwin.

Wakil Sekretaris PMI Provinsi Banten Jaenudin mengungkapkan, PMI tiga wilayah tersebut yang konsentrasi terhadap kelangsungan penanganan pemulihan atau masa recovery pascaterjadinya tsunami Selat Sunda.

Ia mengatakan, rakor penting dilakukan untuk mereview dan evaluasi program yang telah dilakukan dari Mei hingga November 2019. “Harapan kami, teman-teman kabupaten/kota dapat melakukan kegiatan secara total,” tuturnya.

Menurut dia, dalam rakor tersebut, dibahas pemulihan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih sembilan bulan serta merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.

Sementara, Divisi Penanggulangan Bencana (PB) PMI Pusat Heri Asmedi mengungkapkan, program pemulihan tersebut, masih akan berlanjut. “Setelah beberapa program dilakukan,seperti pipanisasi di hunian sementara (Huntara) wilayah Sumur dan lain-lain, kami masih akan lakukan program pemulihan ini hingga April 2020,” ucapnya.

Kepala Markas PMI Kota Cilegon Nurwarta Wiguna menuturkan, rencana ke depan terhadap masyarakat penyintas tsunami. “Program kami selanjutnya akan lakukan pendampingan sampai 2022,” katanya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here