Pasca Sekolah Ditutup, Siswa SMA/SMK Prisma Sanjaya Dipindahkan

Kepala SMK Prismasanjaya Samsudin

SERANG, (KB).- Siswa yang masih bersekolah di SMA/SMK Prismasanjaya terpaksa harus dipindahkan, karena sekolah swasta di Kota Serang tersebut telah ditutup. Akibatnya, siswa yang tersisa di sekolah tersebut akan melanjutkan pendidikannya di sekolah negeri di kabupaten/kota domisili masing-masing siswa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala SMK Prismasanjaya Samsudin, saat ditemui di sekolah SMK Prismasanjaya Kota Serang, Senin (29/6/2020).

“Peserta didik kami sudah dipindahkan ke sekolah negeri sesuai tempat tinggal siswa tersebut, ada yang di Cikande, Kragilan, Serang dan Cilegon,” kata Samsudin.

Ia menjelaskan, SMK Prismasanjaya sudah 28 tahun berdiri dan SMA Prismasanjaya sudah 30 tahun, jumlah siswa yang tersisa itu ada puluhan yang tersebar di sekolah negeri. Kemudian untuk guru sudah dipindahkan ke sekolah lain, sementara untuk honorer guru juga tidak pernah telat untuk dibayarkan.

“Setiap tahun kami kekurangan siswa, sehingga menghambat pada operasional kegiatan belajar mengajar. Karena siswa semakin sedikit membuat guru mencari tambahan di sekolah lain, itu mempengaruhi kelangsungan yang ada disini (SMA/SMK Prismasanjaya) dan untuk guru juga sudah pindah ke sekolah negeri atau ke swasta,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini setiap kecamatan memiliki sekolah negeri, sehingga membuat masyarakat lebih memilih sekolah yang lebih dekat dari tempat tinggal. Akibatnya, SMA/SMK Prismasanjaya yang merupakan sekolah swasta, sudah beberapa tahun terakhir kesulitan untuk mendapatkan peserta didik hingga akhirnya sekolah ini tidak mampu untuk bersaing.

“Kami juga sudah merapatkan sebelumnya dengan dewan guru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, orang tua siswa juga sudah dan mereka sudah menyetujui. Untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga tidak memenuhi untuk operasional karena untuk bayar listrik saja 20 juta,” katanya

Selain itu, ia mengatakan untuk gedung sekolah yang akan dijual menjadi urusan yayasan.
“Kami tidak tahu kalau urusan di jual atau tidak, yang kami lakukan saat ini memindahkan berkas ke sekolah sekolah, baik di Serang dan Cilegon,” ujarnya.

Sementara itu, alumni Prismasanjaya angkatan 2018 yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, tidak tahu jika sekolahnya ditutup. “Kami tidak tahu kalau sekolah ini akan ditutup, kalau memang benar tentu sangat sedih,” tuturnya. (Denis)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here